Gugatan Praperadilan Ditolak, Keluarga Korban Nyatakan Banding.

by -
https://live.staticflickr.com/65535/48913375076_130c50aba6_b.jpg
Didik Hariyanto, SH, kuasa hukum keluarga korban pembunuhan memberikan pernyataan kepada wartawan. (Foto: arahjatim.com/rib)

Ponorogo, Arahjatim.com – Gugatan praperadilan atas penghentian penyidikan kasus dugaan pembunuhan ditolak majelis hakim, Senin (14/10) pagi.

Menanggapi putusan hakim tunggal Albanus Asnanto. SH.MH ini, Didik Hariyanto, penasehat hukum keluarga korban menyatakan banding.

“Kami belum bisa menerima putusan ini. Karena dalam mengambil keputusan hakim mengesampingkan bukti dan saksi-saksi yang kami ajukan. Untuk itu kami akan menempuh banding,” ungkap Didik Hariyanto, SH, kuasa hukum keluarga korban pembunuhan.

Selama proses sidang praperadilan, pemohon telah mengajukan sejumlah saksi dan alat bukti. Namun dalam putusannya, hakim menolak semuanya dan memilih bukti surat-surat dari tergugat sebagai landasan dalam mengambil keputusan.

Sementara, baju korban yang sampai saat ini masih dipertanyakan keberadaannya belum juga terjawab. Sementara penyidik Polres Ponorogo juga tidak melampirkannya sebagai barang bukti.

“Sampai sekarang kami masih menanyakan soal pakaian korban yang tidak diserahkan kepada kami, tetapi juga tidak dijadikan sebagai alat bukti oleh penyidik. Ada apa?,” jelas Didik.

Untuk diketahui, gugatan praperadilan ini dilakukan keluarga korban dugaan pembunuhan yang ditangani Polres Ponorogo. Namun di tengah jalan, Polres Ponorogo menghentikan penyidikannya dengan dalih tidak cukup bukti, dan korban dinyatakan meninggal akibat serangan jantung, bukan karena penganiayaan.

Jaringan Pendamping Kebijakan Pembangunan Nasional (JPKPN) DPC Ponorogo yang mengikuti kasus ini dari awal, mengaku heran dengan putusan hakim yang mengabaikan bukti-bukti dan keterangan saksi-saksi yang diajukan pemohon.

“Keputusan ini memang kewenangan hakim, namun kami menyayangkan pengabaian saksi dan bukti yang diajukan pemohon. Kami mensuport upaya banding yang ditempuh pemohon, mudah-mudahan dari kasus ini menjadi bahan pencerahan kepada masyarakat, khususnya persoalan hukum.” kata H. Bahrul Ulum, Ketua DPC JPKPN Ponorogo saat ditemui usai putusan pengadilan.

Lebih jauh Bahrul mengatakan, upaya penegakan supremasi hukum harus terus digemakan.

“Terlepas bagaimana nanti hasil banding, upaya ini bisa diambil hikmah, masyarakat jangan pesimis menempuh jalur hukum untuk mencari keadilan. Di sisi lain, aparat penegak hukum kami harap benar-benar menegakkan keadilan agar masyarakat merasa dilindungi hak hukumnya.” imbuhnya. (rib)