Dua Bersaudara Duel Di Atap Kandang Sapi, Satu Korban Kritis

by -
https://live.staticflickr.com/65535/49142228733_8ff2b93301_b.jpg
Asmito (62) menjalani perawatan akibat terluka saat berkelahi dengan saudaranya, Sappari (55) ketika sama-sama kerja gotong royong membenahi kandang sapi milik salah seorang tetangganya. (Foto: arahjatium.com/ful)

Banyuwangi, ArahJatim.com – Peristiwa perkelahian yang melibatkan dua bersaudara menggunakan senjata tajam terjadi di Desa Sidowangi, Kecamatan Wongsorejo, Banyuwangi, Jumat (29/11/2019). Uniknya perkelahian tersebut terjadi di atap sebuah kandang sapi saat keduanya sedang kerja gotong royong membenahi atap kandang.

Kapolsek Wongsorejo, Iptu Kusmi membenarkan adanya peristiwa perkelahian yang melibatkan dua bersaudara tersebut. Jumat pagi korban bernama Asmito (62) dan pelaku Sappari (55) sama-sama kerja gotong royong membenahi kandang sapi milik Monari. Tanpa sebab yang jelas, tiba-tiba pelaku mengayunkan senjata tajam berupa kapak yang dibawanya dari rumah ke arah korban.

Baca juga:

Akibat ayunan kapak pelaku yang membabi buta, membuat korban menderita luka di kepala bagian belakang, bahu, dan punggung serta leher. Usai membacok korban, dengan sukarela pelaku langsung menyerahkan diri ke Polsek setempat.

“Kebiasaan di sana meskipun tanpa diundang warga berdatangan untuk membantu tetangga yang memperbaiki rumah maupun kandang. Insiden itu terjadi di saat para saksi, korban maupun pelaku berada di atap kandang untuk menurunkan genteng. Akibat peristiwa tersebut korban mengalami luka robek di sejumlah titik terkena kapak,” kata Kapolsek Wongsorejo Iptu Kusmin kepada sejumlah wartawan.

Sappari (55) ditangkap petugas Polsek Wongsorejo dengan sangkaan melakukan penganiayaan terhadap saudaranya sendiri hingga mengakibatkan korban mengalami luka serius. (Foto: arahjatim.com/ful)

Iptu Kusmin menambahkan, atas dasar peristiwa tersebut aparat Polsek Wongsorejo telah menerbitkan Laporan Polisi atau LP/98/XI/2019/Jtm/Res Bwi/Sek Wongsorejo pada Jumat 29 November 2019, dan menetapkan status pelaku sebagai tersangka atas dugaan tindak penganiayaan sebagaimana diatur dalam pasal 351 ayat 2 KUHP. Saat ini kasusnya sedang ditangani Polresta Banyuwangi, dan tersangka pelakunya langsung diamankan guna menjalani pemeriksaan.

“Alat bukti sebuah kapak dan baju korban yang masih berlumuran darah sudah diamankan. Anggota kami dibantu Polresta juga telah menggelar olah TKP dan mengumpulkan keterangan sejumlah saksi. Saat ini kasusnya ditangani Polresta, dan tersangka juga ditahan di sana,” tambah Iptu Kusmin.

Sementara itu akibat luka yang cukup parah, korban yang tinggal bertetangga dengan pelaku masih menjalani perawatan secara intensif di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Blambangan Banyuwangi. (ful)