Lumajang, ArahJatim.com – Memasuki hari ke-5 posko pengaduan dibuka, kini jumlah pengadu kasus dugaan pemotongan bantuan sosial sudah mencapai 140 pelapor untuk keluhan Program Keluarga Harapan (PKH) dengan total kerugian mencapai Rp. 136.987.000.
Selain program PKH, Program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) juga ditengarai mengalami kerugian yang juga besar, kini petugas dari Muspika Kedungjajang Tengah menginventarisir para penerima manfaat di desa ini, Rabu (25/08/2021).
“Dari kemarin kita fokus untuk PKH, yang BPNT baru kita inventarisir mulai hari ini,” ungkap Koordinator Posko Pengaduan Bansos, Moh. Shofwan saat dikonfirmasi ArahJatim.com, Rabu (25/8).
Lebih lanjut pihaknya menjelaskan jika posko ini akan dibuka hingga akhir bulan, untuk memaksimalkan pelayanan terhadap masyarakat yang merasa dirugikan dalam kasus bansos.
“Mungkin akhir bulan kita akan evaluasi mas, jika harus dilanjutkan pasti terus kami siapkan tenaganya,” tambahnya.
Seperti diketahui, sejak sepekan lalu ratusan warga di Desa Sawaran Kulon, Kecamatan Kedungjajang digegerkan dengan dugaan pemotongan dana bansos dari dua program Kementerian Sosial, yakni BPNT dan PKH. (Rokhmad)










