Pencairan Bantuan Langsung Tunai Jangkau 32.344 KK di Banyuwangi

oleh -
Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas saat menyerahkan secara simbolis BLT Desa di Banyuwangi, kemarin Kamis (30/4/2020). (Foto: arahjatim.com/hmsbwi/ful)

Banyuwangi, ArahJatim.com – Selain mencairkan bantuan langsung tunai (BLT) Dana Desa, Banyuwangi juga mulai mencairkan secara bertahap BLT dari Kementerian Sosial bagi warga. BLT Kemensos tersebut, saat ini telah menjangkau 32.344 Kepala Keluarga (KK).

“Ya, BLT Kemensos sudah mulai ada yang dicairkan kemarin dan diterima oleh sejumlah warga. Nilainya Rp600 ribu per kepala keluarga (KK). Secara bertahap bantuan lain yang berasal dari pusat juga akan segera dicairkan,” kata Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Sosial Lukman Hakim, Jumat (1/5/2020).

BLT Kemensos diberikan selama tiga bulan untuk membantu warga menanggulangi dampak ekonomi dari pandemi Covid-19.

“Ada 32.344 KK Banyuwangi yang mendapat BLT Kemensos. Data ini yang datanya sudah mendapat persetujuan dari Kemensos. Terakhir, kami juga sudah mendapat penambahan kuota jadi 45 ribu, ini akan kami terus input datanya agar bisa kami optimalkan penerima manfaatnya,” ujar Lukman.

Lukman merinci skema bantuan dari pemerintah pusat yang disalurkan untuk Banyuwangi. Selain BLT Kemensos, juga ada Bantuan Pangan Non Tnai (BPNT) yang menjangkau 109.415 KK, dan ada penambahan BPNT sebesar 29.894 KK.

“Jadi ada 139.309 KK yang menjadi sasaran penerima manfaat PKH dan BPNT. Sehingga, kalau ditotal untuk penerima manfaat BLT Kemensos dan PKH/BPNT, totalnya 171.653 KK,” kata Lukman.

Lukman lalu menjelaskan, bahwa penerima program adalah mereka yang tercantum di Data Terpadu Kesejahteraan Sosial. Di Banyuwangi ada 193.309 KK yang masuk dalam DTKS. Dengan begitu, lanjutnya, ada 21. 653 KK yang belum terjangkau dua program dari Kemensos, yaitu 15.504 KK tersebar di desa dan 6.089 KK di kelurahan.

”Untuk yang di desa akan di-cover BLT Dana Desa, di mana sasaran penerima manfaat BLT Desa sebesar 36.979 KK. Sedangkan yang di kelurahan, diintervensi program pemerintah provinsi dan kabupaten,” ujarnya.

Lukman mengatakan, selain bantuan dari pusat dan provinsi, warga juga tetap akan menikmati jaring pengaman sosial dari Pemkab Banyuwangi, mulai dari paket sembako, nutrisi ibu hamil dan menyusui, konsumsi harian pekerja informal, hingga insentif untuk santri dan beasiswa mahasiswa.

”Jadi dengan keroyokan pusat, provinsi, dan kabupaten, kita bisa bantu masyarakat yang membutuhkan,” ujarnya.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa dan Pemerintahan Desa (BPM Pemdes) Kusiyadi mengatakan, BLT Desa diprioritakan untuk KK yang belum terjangkau dari BLT Kemensos dan
yang terdampak covid-19.

“Jadi insya Allah DTKS yang ada di desa bisa tercover semua program,” terang Kusiyadi. Sekadar diketahui BLT Desa di Banyuwangi sudah mulai dicairkan sejak kemarin Rabu (29/4/2020).

Sementara itu Bupati Abdullah Azwar Anas menyampaikan terima kasih kepada pemerintah pusat yang telah cepat menyalurkan bantuan ke daerah. Sehingga program tersebut saat ini bisa dinikmati oleh warga.

Anas juga mengaku terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat dan provinsi terkait program jaring pengaman sosial yang diluncurkan ke daerah. Mengingat sejumlah kementrian juga meluncurkan berbagai program penanganan dampak covid di daerah.

“Contohnya kartu prakerja kami telah meminta agar proses verifikasi diserahkan ke daerah agar lebih tepat sasaran. Kami terus meminta kepada pusat agar daerah diberi keleluasaan untuk menentukan siapa yang berhak untuk mengikuti program ini karena daerah yang lebih tahu. Dengan demikian, penerima manfaat BLT Kemensos dan PKH/BPNT totalnya sebanyak 171.653 KK. Tergantung kondisi di wilayahnya,” kata Anas. (adv/hmsbwi/ful)