Kediri, ArahJatim.com – Dinas Lingkungan Hidup, Kebersihan, dan Pertamanan (DLHKP) Kota Kediri mengambil langkah cepat untuk memastikan pelayanan kebersihan masyarakat tetap prima. Di tengah tantangan kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM), DLHKP menggelar inspeksi mendadak (sidak) untuk memeriksa kondisi fisik seluruh armada operasionalnya.
Pemeriksaan ini dipimpin langsung oleh Kepala Dinas DLHKP Kota Kediri, Indun Munawaroh, S.STP, di Lapangan Semampir, Kota Kediri, pada Jumat (12/6). Langkah tersebut diambil untuk memastikan tidak ada roda pelayanan yang terhambat, sekaligus menjaga efisiensi anggaran operasional daerah.
Kualitas di Atas Kuantitas: Maksimalkan Unit yang Ada
Saat ditanya mengenai kemungkinan penambahan unit baru, Indun secara tegas memilih sikap yang realistis namun taktis. Bagi DLHKP Kota Kediri, memaksimalkan potensi armada yang sudah ada jauh lebih bijak daripada terburu-buru menambah jumlah unit di tengah situasi ekonomi saat ini.
Sebagai informasi, DLHKP saat ini mengelola total 88 armada penunjang yang diandalkan untuk menjaga kebersihan dan estetika sudut-sudut kota setiap harinya.
”Kalau saya pribadi, kita mengoptimalkan kendaraan yang ada dulu. Kalaupun ada yang rusak atau kurang layak, akan segera kita perbaiki agar menjadi layak kembali,” jelas Indun di sela-sela peninjauan fisik kendaraan dari roda 2, roda 3, hingga roda 4 tersebut.
Ia juga menekankan prinsip efisiensi ketat yang dipegangnya erat guna menghindari pembengkakan biaya daerah.
”Saya selalu berprinsip pada kualitas daripada kuantitas. Karena kalau kita menambah armada, itu akan berpengaruh langsung terhadap penambahan personel dan melonjaknya biaya operasional,” tuturnya secara humanis.
Antisipasi Air Lindi, Driver Wajib ‘Mandikan’ Truk Setiap Hari
Salah satu tantangan terbesar dalam pengelolaan armada kebersihan adalah korosi dan kerusakan cepat akibat muatan sampah yang mencapai berton-ton setiap harinya. Menyadari hal ini, DLHKP Kota Kediri menerapkan aturan perawatan yang sangat ketat bagi seluruh kru lapangan.
Indun mengungkapkan bahwa musuh utama dari sasis dan bodi truk sampah adalah air lindi (cairan yang dihasilkan oleh pembusukan sampah organik). Cairan ini memiliki sifat asam yang sangat korosif dan bisa merusak material besi kendaraan jika dibiarkan menempel terlalu lama.
Oleh karena itu, instruksi tegas telah dikeluarkan untuk para driver: setelah membongkar muatan di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA), armada wajib langsung dicuci bersih.
”Di TPA sudah kami sediakan area khusus untuk melakukan pencucian terhadap kendaraan itu, karena air lindi yang dihasilkan oleh sampah organik itu bisa merusak kendaraan operasional,” urai Indun.
Aturan ini menjadi SOP harian yang tidak bisa ditawar lagi demi memperpanjang usia pakai kendaraan dinas.
”Nah, itu semuanya harus dilakukan pembersihan secara rutin setiap hari. Jadi kalau habis mengangkut sampah, dibersihkan baru kembali ke tempat deponya,” pungkasnya.
Dengan perawatan rutin yang telaten dan manajemen yang disiplin, DLHKP Kota Kediri optimistis kebersihan kota akan tetap terjaga maksimal, sekaligus memastikan usia pakai kendaraan dinas menjadi lebih panjang dan efisien. (das)












