Kediri, ArahJatim.com — Rabu malam di Desa Pelem, Kecamatan Pare, lagi-lagi jadi panggungnya emak-emak. Begitu pikap sayur berhenti, ratusan ibu-ibu langsung merubung. Tak sampai 10 menit, satu mobil penuh aneka sayuran segar sudah ludes tak bersisa.
Aksi rebutan sayur gratis ini rutin digelar setiap Rabu malam. Teguh Setiawan, petugas pembagi sayur, membenarkan fenomena tersebut saat ditemui Rabu malam, 10 Juni 2026.
Didominasi Emak-Emak, Demi Kebutuhan Dapur
“Yang datang 80% emak-emak. Mereka yang paling semangat, karena sayur ini langsung buat masak besok pagi,” ujar Teguh.
Menurutnya, sayur-sayuran ini merupakan sedekah dari salah satu donatur di Pasar Induk Sayur Pare. Sayur layak konsumsi yang sengaja dibagikan gratis untuk meringankan beban dapur warga.
Tiga titik pembagian di Desa Pelem selalu penuh: area pondok, Pasar Ngeblek, dan halaman musala. Lokasinya memang jadi tempat kumpul ibu-ibu sejak lama.
Doa Tulus dari Bu Sundari untuk Sang Donatur
Di tengah ramainya antrean, Bu Sundari, warga sekitar, tak bisa menyembunyikan rasa syukurnya. Sambil memasukkan ikat kangkung ke tas kresek, ia menyelipkan doa untuk sang donatur yang tak mau disebut namanya.
“Terima kasih, semoga semakin laris dagangannya, semakin banyak uangnya. Dan otomatis, yang biasanya berbagi setiap seminggu biasanya bisa 2 atau 3 kali, nanti bisa lebih banyak lagi. Terima kasih hamba Allah,” ucap Bu Sundari tulus.
Doa sederhana itu mewakili suara emak-emak lain. Bagi mereka, sedekah ini bukan sekadar sayur gratis, tapi bentuk perhatian yang nyata untuk dapur keluarga.
Jam 7 Malam Dimulai, 10 Menit Ludes
Prosesnya selalu sama. Pukul 16.00 WIB, tim Teguh memilah sayur di Pasar Induk Pare. Pukul 19.00 WIB, pembagian dimulai. Begitu bak dibuka, emak-emak langsung sigap.
“Alhamdulillah, sangat membantu. Bisa buat sayur 2-3 hari,” tambah Bu Sundari.
Fenomena 10 menit ludes ini jadi bukti dapur emak-emak butuh perhatian. Selama donatur masih ada, Teguh dan tim siap jalan terus tiap Rabu malam. (das)






