Kediri, ArahJatim.com – Suasana tenang di Dusun Nglangu, Desa Puhsarang, Kecamatan Semen, Kabupaten Kediri seketika berubah menjadi mencekam pada Sabtu pagi (25/7/2026). Aksi penganiayaan berat mengguncang pemukiman warga setelah seorang pria berinisial MY (37) nekat membacok dua tetangganya yang merupakan ibu dan anak.
Insiden berdarah yang terjadi sekitar pukul 09.30 WIB ini dipicu oleh kesalahpahaman yang merembet dari masalah proyek saluran air hingga prasangka mistis terkait anak pelaku yang tak kunjung berhenti menangis.
Berawal dari Sengketa Pondasi dan Tangisan Balita
Peristiwa pilu ini bermula saat salah satu warga, Wa (50), berniat membuat jalan dan saluran air yang melintasi area samping rumah pelaku. Pembangunan tersebut sempat menyenggol bagian pondasi rumah MY hingga pelaku melayangkan teguran.
Namun, gesekan antartetangga itu kian memanas karena kondisi psikologis pelaku yang terganggu oleh kondisi bayinya. Anak perempuan MY yang masih berusia 14 bulan diketahui terus menangis secara tidak wajar setiap hari. Tanpa dasar yang jelas, MY menaruh prasangka buruk dan beranggapan bahwa sang buah hati telah diguna-guna oleh Wa.
Dikuasai emosi dan kecurigaan, MY lantas mendatangi rumah Wa pada Sabtu pagi untuk meluapkan amarahnya.
Emosi Meledak, Ibu dan Anak Jadi Korban Pembacokan
Melihat perselisihan yang memanas di depan mata, korban berinisial Sus (45) mencoba介入 untuk meredam suasana dan membela Wa. Di saat yang sama, ibu kandung pelaku yang bernama SU (64) juga berusaha keras melerai pertengkaran tersebut.
Sayangnya, niat baik untuk mendamaikan situasi justru membuat MY makin gelap mata. Pria asal Desa Pagung itu langsung kembali ke rumahnya, bergegas ke dapur, dan mengambil sebilah sabit tajam.
Dengan emosi yang meledak-ledak, MY kembali menantang warga. Saat berpapasan kembali dengan Sus di lokasi, pelaku tanpa ragu menendang korban hingga jatuh dan melayangkan sabetan sabit tepat ke arah kepala korban.
Tak berhenti di situ, putri Sus yang masih berusia 17 tahun, Nu, yang melihat ibunya diserang mencoba mendekat. Malang, pelajar malang tersebut turut menjadi sasaran amuk pelaku hingga mengalami luka bacok serius di bagian tangan. Dalam kondisi terluka, Nu memberanikan diri berlari keluar rumah sambil berteriak histeris meminta pertolongan warga sekitar.
Pelaku Diamankan Warga, Korban Dilarikan ke RS Bhayangkara
Mendengar teriakan minta tolong, warga sekitar bersama perangkat desa setempat langsung bergerak cepat menuju lokasi kejadian. Pelaku yang masih memegang senjata tajam berhasil diringkus dan ditenangkan oleh massa sebelum bertindak lebih jauh.
Kapolsek Semen melalui Kanit Reskrim Polsek Semen, Aiptu Fredy Kurnia, membenarkan adanya insiden penganiayaan berat dengan senjata tajam tersebut. Pihaknya langsung menerjunkan personel ke TKP begitu menerima laporan warga.
“Pelaku berhasil diamankan warga sekitar bersama petugas. Sementara itu, kedua korban langsung dievakuasi menuju RS Bhayangkara Kota Kediri untuk mendapatkan penanganan medis secara intensif,” ujar Aiptu Fredy Kurnia.
Akibat sabetan benda tajam tersebut, korban Sus mengalami luka robek serius di bagian kepala, sedangkan anaknya, Nu, mendapatkan perawatan pada luka bacok di tangannya.
Polisi Amankan Barang Bukti dan Periksa Saksi
Dari lokasi kejadian, unit Reskrim Polsek Semen telah mengamankan sejumlah barang bukti penting guna proses hukum lebih lanjut. Barbuk yang disita di antaranya:
- Sebilah sabit yang masih terdapat bercak darah.
- Pakaian korban yang ternoda darah.
- Sampel darah di lokasi kejadian.
- Hasil Visum et Repertum (VeR) dari pihak rumah sakit.
Saat ini, petugas masih melakukan pemeriksaan mendalam terhadap pelaku MY serta meminta keterangan dari sejumlah saksi kunci di lokasi kejadian. Atas perbuatannya, pelaku terancam dijerat dengan pasal penganiayaan berat yang mengakibatkan korban luka-luka. (das)










