Kediri, ArahJatim.com — Di tengah kabar peningkatan aktivitas vulkanik dan erupsi yang melanda sejumlah gunung api di Indonesia belakangan ini, kawasan wisata Gunung Kelud di Jawa Timur dipastikan tetap aman untuk dikunjungi. Hingga saat ini, status Gunung Kelud masih bertahan di Level I (Normal) dan siap menyambut wisatawan.
Kabar ini menjadi angin segar bagi para pecinta alam. Mengingat sejak akhir Agustus 2026, publik sempat dicemaskan oleh rentetan erupsi beberapa gunung api aktif di tanah air, seperti Gunung Anak Krakatau, Semeru, Ili Lewotolok, Ibu, hingga Lewotobi Laki-laki.
Namun, masyarakat mengimbau agar para pengunjung tidak perlu panik secara berlebihan. Aktivitas vulkanik Gunung Kelud yang membentang di wilayah Kediri, Blitar, dan Malang ini terpantau tenang dan tidak terpengaruh oleh erupsi gunung-gunung lainnya.
Beda Lempeng Tektonik, Aktivitas Gunung Kelud Tetap Stabil
Petugas Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Kelud di Desa Sugihwaras, Kecamatan Ngancar, Deny Erlangga, menegaskan bahwa fenomena erupsi serentak di beberapa wilayah Indonesia tidak saling berkaitan dengan kondisi Gunung Kelud.
”Kondisi Kelud baik-baik saja dan tidak terpengaruh oleh erupsi gunung lain, sebab tidak berada dalam satu lempeng tektonik,” jelas Deny, Selasa (8/9/2026).
Berdasarkan pemantauan PVMBG terbaru, kondisi visual kawah Gunung Kelud terpantau sangat jelas dengan asap kawah nihil. Danau kawah tampak berwarna hijau alami dengan suhu air yang tergolong hangat dan stabil di angka 28,53 derajat Celsius.
Meski sempat tercatat adanya empat kali gempa tektonik jauh dengan amplitudo 1–32 milimeter, secara keseluruhan dinamika seismik Gunung Kelud masih berada dalam batas normal.
Wisata Tetap Dibuka, Pengunjung Diimbau Jaga Jarak Aman
Pemerintah Kabupaten Kediri memastikan destinasi wisata populer ini tetap beroperasi secara normal. Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kediri, Mustika Prayitno Adi, menyampaikan bahwa pihak Pemkab terus berkoordinasi secara intensif dengan PVMBG guna menjamin keamanan pengunjung.
“Alhamdulillah Kelud, sesuai pemantauan kami bekerja sama dengan rekan-rekan dari PVMBG, aktivitasnya masih normal. Baik kondisi permukaan kawah, suhu, maupun gempanya,” ujar Mustika.
Kendati statusnya normal dan tempat wisata dibuka penuh, faktor keselamatan tetap menjadi prioritas utama. Wisatawan maupun warga lokal diimbau untuk mematuhi aturan standar keselamatan, yaitu tidak mendekati area kawah dalam radius satu kilometer. Penambang pasir dan warga di sekitar aliran sungai juga diminta tetap waspada terhadap potensi lahar dingin saat hujan deras.
”Tempat wisata tetap kita buka, tetapi batas aman radius satu kilometer dari kawah harus tetap dipatuhi demi keselamatan bersama,” tambahnya.
Antusiasme Wisatawan di Tengah Isu Erupsi
Keindahan panorama kawah Gunung Kelud rupanya tetap memiliki daya tarik tersendiri yang sulit ditolak. Keadaan yang aman ini dimanfaatkan oleh sejumlah wisatawan untuk tetap berkunjung, salah satunya Beni Setiawan, wisatawan asal Blitar yang datang bersama istrinya.
Beni mengaku sempat mendengar kabar erupsinya beberapa gunung di Indonesia. Namun, setelah menggali informasi resmi dan mengetahui kondisi Kelud aman, ia mantap melanjutkan liburannya.
”Sempat ada perasaan khawatir, tapi saya yakin kondisi Gunung Kelud masih aman karena rajin mengecek informasi terkini. Ini pertama kalinya saya ke Kelud karena penasaran sekali dengan pemandangannya,” ungkap Beni.
Bagi masyarakat yang ingin mengisi liburan akhir pekan, kawasan wisata Gunung Kelud kini tetap menjadi pilihan destinasi yang ramah, memanjakan mata, dan tentunya aman untuk dikunjungi. (das)










