Blitar, ArahJatim.com – Keceriaan puluhan santri Pondok Pesantren (Ponpes) Muhammadiyah Markas Quran (MMQ) Desa Sekoto, Kecamatan Badas, Kabupaten Kediri, mendadak berubah menjadi jerit histeris. Kegiatan outing class yang diisi dengan agenda berkemah dan liburan tersebut berujung petaka setelah tiga orang santri tergulung ombak besar di Pantai Pangi, Desa Tumpakkepuh, Kecamatan Bakung, Kabupaten Blitar, Kamis (11/6/2026) siang.
Hingga Kamis sore, dua santri dilaporkan berhasil diselamatkan dari gulungan ombak laut selatan. Namun, satu santri perempuan berusia 9 tahun masih dinyatakan hilang dan dalam proses pencarian intensif oleh tim gabungan.
Kronologi Petaka di Tepi Pantai Pangi
Kasi Humas Polres Blitar, Aiptu Saiful Muheni, membenarkan adanya insiden memilukan tersebut. Berdasarkan data sementara, rombongan yang membawa sekitar 25 santri ini sebenarnya sudah berangkat dari Kediri sejak Rabu (10/6/2026) sore. Sebelum menuju pantai, mereka sempat bermalam dan beristirahat di Masjid Husnul Khatimah, wilayah Bedali, Kecamatan Ngancar.
Memasuki Kamis pagi, rombongan melanjutkan perjalanan ke Pantai Pangi untuk melakukan aktivitas luar kelas. Sekitar pukul 11.00 WIB, petaka itu datang. Saat tiga anak dari rombongan sedang asyik bermain dan duduk-duduk di tepi pantai, sebuah ombak besar khas pesisir selatan tiba-tiba datang menghantam dan menyeret tubuh mungil mereka ke tengah laut.
”Benar memang ada peristiwa tersebut, saat ini tim gabungan dari Polsek Bakung sedang melakukan pencarian,” ungkap Aiptu Saiful Muheni, Kamis siang.
Identitas Korban: Dua Selamat, Satu Bocah 9 Tahun Masih Hilang
Aksi penyelamatan dramatis sempat dilakukan oleh para nelayan dan warga sekitar saat melihat ketiga bocah tersebut tergulung ombak. Dua di antaranya berhasil dievakuasi dalam kondisi hidup, sementara satu lainnya hilang ditelan arus bawah laut.
Berikut adalah data identitas ketiga korban:
- Azizul (11 th, Laki-laki) — Selamat (berhasil dievakuasi di tepi pantai).
- Amira (10 th, Perempuan) — Selamat (dievakuasi nelayan ke tengah laut, saat ini dirawat di UPT Puskesmas Bakung akibat sesak napas dan menggigil hebat).
- Haira (9 th, Perempuan) — Hilang (masih dalam proses pencarian).
Pengajar Ponpes MMQ, Sapran Hamid, mengaku terkejut saat menerima telepon darurat dari pendamping lapangan sekitar pukul 10.58 WIB.
”Saya mendapat telepon dari pendamping di lokasi yang meminta bantuan. Alhamdulillah untuk santri yang selamat (Amira) kondisinya sudah membaik dan mendapatkan penanganan medis di puskesmas,” ujar Sapran saat ditemui awak media.
Trauma Mendalam, Sisa Rombongan Dipulangkan ke Kediri
Tragedi ini menyisakan luka psikologis dan trauma mendalam bagi puluhan santri lainnya yang menyaksikan langsung bagaimana teman-teman mereka tersapu ombak. Menyadari kondisi psikis anak-anak yang syok berat, pihak ponpes memutuskan untuk segera memulangkan sisa rombongan kembali ke Kediri.
”Mereka tentu syok dan sedih atas kejadian yang menimpa temannya. Kami berharap korban (Haira) bisa segera ditemukan,” tutur Sapran dengan nada penuh harap.
Pencarian Besar-besaran di Jalur Laut dan Darat
Hingga berita ini ditulis, Pantai Pangi yang memiliki topografi unik berupa tebing dan cekungan dalam dipenuhi oleh ratusan petugas gabungan dari kepolisian, TNI, Basarnas, relawan, serta nelayan setempat. Mereka bahu-membahu menyisir area perairan menggunakan perahu nelayan, sekaligus melakukan pemantauan visual dari atas tebing daratan.
Pihak kepolisian pun kembali mengeluarkan imbauan keras kepada para wisatawan, khususnya rombongan studi tur atau sekolah, untuk selalu meningkatkan kewaspadaan ekstra. Karakteristik ombak laut selatan Blitar yang besar dan tidak ket ketebak menuntut semua pihak untuk mematuhi batas aman dan tidak nekat berenang di bibir pantai demi mencegah insiden serupa terulang kembali.










