Madiun, ArahJatim.com – Sebuah tindakan sederhana yang didasari kepedulian tinggi bisa menyelamatkan banyak nyawa. Hal itulah yang dibuktikan oleh Aris Susanto saat berada di Perlintasan Sebidang (JPL) 303A Mengkreng. Kesigapannya membantu menghentikan kendaraan saat kereta api hendak melintas berhasil mencegah potensi kecelakaan fatal.
Atas aksi heroik dan kepeduliannya terhadap keselamatan bersama, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 7 Madiun memberikan apresiasi khusus kepada Aris Susanto. Penghargaan tersebut diserahkan langsung di tengah suasana hangat Apel Pagi Pembinaan Pegawai yang berlangsung di Kantor Daop 7 Madiun, Senin (27/7/2026).
Apresiasi Nyata dan Uang Pembinaan
Tidak sekadar kata terima kasih, KAI Daop 7 Madiun memberikan piagam penghargaan beserta uang pembinaan sebesar Rp2,5 juta kepada Aris. Hadiah ini menjadi bentuk penghormatan atas keberanian dan respon cepatnya di lapangan.
Deputy Daop 7 Madiun, Alam Prasetyo, yang bertindak sebagai pembina apel, menyerahkan langsung penghargaan tersebut di hadapan jajaran manajemen dan seluruh pekerja Daop 7 Madiun.
Dalam amanatnya, Alam menekankan betapa pentingnya budaya safety first (mengutamakan keselamatan) yang tidak hanya harus dipegang teguh oleh insan KAI, tetapi juga didukung oleh masyarakat umum.
”Aksi yang dilakukan Mas Aris ini adalah bukti nyata bentuk kepedulian terhadap keselamatan. Langkah kecil namun sigap ini sangat membantu mewujudkan perjalanan kereta api yang aman sekaligus melindungi para pengguna jalan,” ungkap Alam Prasetyo.
Teladan Kepedulian di Perlintasan Sebidang
Manager Humas KAI Daop 7 Madiun, Tohari, turut memberikan pujian atas dedikasi Aris Susanto. Menurutnya, cerita Aris bisa menjadi pengingat dan inspirasi bagi siapapun bahwa keselamatan lalu lintas di perlintasan sebidang adalah tanggung jawab bersama.
”Apa yang dilakukan Aris Susanto merupakan contoh nyata. Kesigapannya di JPL 303A Mengkreng tidak hanya mencegah potensi kecelakaan, tetapi juga menjadi teladan bagi masyarakat maupun internal insan KAI dalam membangun budaya sadar selamat,” ujar Tohari.
Ingat, Palang Pintu Bukan Alat Pengaman Utama!
Momen ini juga dimanfaatkan KAI Daop 7 Madiun untuk kembali mengedukasi masyarakat luas, khususnya para pengguna jalan raya yang sering melintasi perlintasan sebidang.
Tohari mengingatkan agar pengendara selalu disiplin mematuhi rambu-rambu, sinyal, serta arahan petugas di lokasi. Sebelum menyeberang rel, rumus utamanya sangat sederhana: BERHENTI, TENGOK KIRI DAN KANAN, serta pastikan tidak ada kereta api yang akan melintas.
”Satu hal penting yang sering salah dipahami: palang pintu itu bukan alat pengaman utama bagi pengguna jalan, melainkan alat untuk mengamankan perjalanan kereta api. Jadi, keselamatan pengendara sebenarnya sangat bergantung pada kedisiplinan diri sendiri saat menyeberang,” tegas Tohari.
Melalui momentum apresiasi ini, KAI Daop 7 Madiun berharap semangat kepedulian seperti yang ditunjukkan Aris Susanto dapat menular kepada masyarakat luas, demi terciptanya perjalanan kereta api yang aman, nyaman, dan selamat sampai tujuan. (das)










