Coba Perbaiki Pintu Rumah, Kakek Ini Tewas Tersengat Bor Listrik

oleh -
https://live.staticflickr.com/65535/49470809508_b5728b6351_b.jpg
Setelah dipastikan tewas, jenazah Ade Chandra (67), warga Desa Jajag, Kecamatan Gambiran, Banyuwangi ini langsung dibawa pulang ke rumah duka untuk dimakamkan. (Foto: arahjatim.com/ful)

Banyuwangi, ArahJatim.com Sungguh tragis nasib Ade Chandra, warga Desa Jajag, Kecamatan Gambiran, Banyuwangi ini. Kakek berusia 67 tahun ini ditemukan tewas di rumahnya dalam kondisi mengenaskan, pahanya tertancap mata bor listrik. Diduga korban tewas akibat tersengat aliran listrik pada mesin bor yang korslet.

Menurut keterangan warga, peristiwa naas bermula saat korban hendak melakukan perbaikan pintu rumahnya menggunakan bor listrik. Korban tidak menyangka mesin bor yang digunakan mengalami kerusakan pada bagian kelistrikannya. Tanpa disadari, begitu mesin bor dihidupkan, langsung terjadi korsleting hingga korban tersengat aliran listrik.

“Karena kesetrum itu kemungkinan korban enggak bisa menguasai tubuhnya dan mesin bor yang korban pegang malah menancap di pahanya,” kata Febriansyah, salah seorang saksi mata.

Febri menambahkan, peristiwa tersebut pertama kali diketahui saat istri korban berteriak meminta pertolongan. Warga yang curiga ada yang tidak beres pada bagian kelistrikan, langsung memutuskan pusat aliran listrik yang ada di depan rumah korban.

Setelah dipastikan sudah aman, warga bersama petugas kepolisian polsek Gambiran yang datang di tempat kejadian perkara (TKP), langsung mengevakuasi tubuh korban yang sudah terkulai lemas ke rumah sakit terdekat. Namun sayang, setibanya di rumah sakit, tim medis yang memeriksa menyatakan korban sudah meninggal dunia.

“Iya awalnya ada istrinya teriak minta tolong, langsung saja saya reflek untuk matikan pusat listriknya. Jadi mata bor yang menancap di paha korban itu juga sudah teraliri listrik. Korban pertama kali ditemukan sudah dalam kondisi lemas dan enggak sadar,” tambah Febri.

Setelah dipastikan tewas, jenazah korban langsung dibawa pulang ke rumah duka untuk dimakamkan. Pihak keluarga tak menyangka, nasib sang kakek berakhir secara tragis. (ful)