Coba Bawa Kabur Mobil Rental Ke Bali, Dua Pencuri Disergap Di Banyuwangi

oleh -
Muchamad Soleh (31) dan rekannya, Andri Kurniawan (31) lakukan reka-adegan di lokasi pencurian sebuah mobil rental milik Abdul Hamid (30) di Jalan Patimura, Kelurahan Tompokersan Kecamatan Lumajang, Lumajang, Rabu (9/01/2019). (Foto: arahjatim.com/rokhmad)

Lumajang, ArahJatim.com – Dua pelaku pencurian mobil rental di Lumajang ditangkap di perbatasan Banyuwangi. Keduanya terpaksa dilumpuhkan dengan timah panas karena berusaha melarikan diri. Keduanya menjalani pemeriksaan di kantor Polres Lumajang pada Rabu (9/01/2019).

Muchamad Soleh (31) warga Desa Gadingsari Lumajang bersama rekannya Andri Kurniawan (31) warga Desa Kebonsari Kecamatan Sumbersari Kabupaten Jember digelandang ke lokasi pencurian sebuah mobil rental milik Abdul Hamid (30) di Jalan Patimura, Kelurahan Tompokersan Kecamatan Lumajang, Lumajang.

Dalam reka adegan yang berlangsung selama satu jam, tersangka memperagakan seluruh modus operandinya. Mulai dari menyewa, menggandakan kunci, hingga membawa kabur mobil korban.

Baca juga:

Awalnya, tersangka menyewa mobil korban untuk mengantar tamu, sebelum mengembalikan mobil pelaku lebih dulu menggandakan kunci mobil ke tukang kunci.

Sesaat setelah mengembalikan mobil pada korban, tersangka yang telah memiliki kunci ganda itu mencari celah korban lengah. Lalu dengan mudah membawa kabur mobilnya. Saat berusaha membawa kabur mobil ke Bali, tersangka berhasil dilumpuhkan dengan timah panas di Kabupaten Banyuwangi.

“Prosesnya cukup dramatis karena kita minta bantuan Polres Banyuwangi untuk menutup jalur dengan menggunakan kendaraan patrolinya. Truk dengan tonase besar dan seluruh kendaraan berhenti semua dan tinggal mobil pelaku ini saja yang sempat kejar-kejaran disana karena terdesak. Kita lakukan pengejaran dan tembakan peringatan tapi tak dihiraukan sampai akhirnya kita lumpuhkan,” jelas AKBP Muhammad Arsal Sahban, Kapolres Lumajang.

“Ini yang kami dalami meski mengaku tidak ada (komplotanya, seperti kejadian-kejadian ini kan tidak mudah dijual dan harus ada penadahnya. Nah ini yang biasanya tergabung dalam jaringan, karena tidak ada pelaku yang mengakui kejahatannya,” tambahnya.

Akibat perbuatannya, kini kedua tersangka harus mendekam di sel tahanan Mapolres Lumajang. Keduanya akan dijerat dengan pasal pencurian dengan pemberatan, ancaman hukuman tujuh tahun penjara. (rokhmad)