Kediri, ArahJatim.com – Ada alasan kuat mengapa Kediri kerap dijuluki sebagai salah satu kota paling bahagia (happy city) di Indonesia. Magnet kenyamanan Kota Tahu ini nyatanya tidak hanya memikat warga lokal, tetapi juga sukses mencuri hati para akademisi internasional.
Hal ini dibuktikan dengan kembalinya Profesor Jane-Yuen Huang (yang akrab disapa Profesor Jenny), seorang guru besar dari National Yunlin University of Science and Technology (Yuntech), Taiwan, ke Universitas Nusantara PGRI (UNP) Kediri.
Kehadiran beliau dalam program Indonesian Summer Camp 2026 di Auditorium CMN UNP Kediri pada Selasa (7/7/2026), menjadi bukti nyata adanya ikatan emosional yang kuat antara Taiwan dan Kediri. Hubungan ini tidak lagi sebatas hitam di atas putih, melainkan jembatan persahabatan yang hidup dan berdampak nyata.
Dari Ragu Menjadi Rindu: Cerita Prof Jenny Memboyong Mahasiswa Taiwan
Menjalin kerja sama internasional antarperguruan tinggi tentu bukan perkara mudah. Profesor Jenny mengenang kembali momen tahun 2025 lalu saat Yuntech dan UNP Kediri pertama kali menggagas program ini. Riak keraguan sempat muncul di awal proses perencanaan.
”Jujur saja, tahun lalu saat pertama kali kami mendiskusikan program Summer Camp untuk mengunjungi Kediri, kami sempat tidak begitu yakin apakah ini sebuah keputusan yang tepat,” akunya sembari tertawa mengenang masa-masa itu.
Namun, keraguan itu sirna seketika begitu mereka tiba. Sambutan hangat dari sivitas akademika UNP Kediri dan masyarakat setempat memberikan kesan yang mendalam. Pengalaman manis itulah yang membuat Yuntech tanpa ragu memilih Kediri lagi.
Tahun ini, Profesor Jenny bahkan memboyong 3 profesor lain dan 22 mahasiswa asal Taiwan untuk menyelami kehidupan di Kediri. Selama di Kota Tahu, para mahasiswa Yuntech dijadwalkan untuk belajar membatik secara langsung hingga mengeksplorasi keindahan alam gunung berapi di sekitarnya.
Buah Manis Kolaborasi: Kuota Beasiswa Magang ke Taiwan Ditambah!
Kerja sama yang humanis ini rupanya berbuah manis bagi mahasiswa UNP Kediri. Pihak Yuntech memberikan apresiasi tinggi terhadap kesuksesan program tahun lalu, yang berdampak langsung pada penambahan kuota beasiswa magang (internship) pada tahun 2026 ini.
Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UNP Kediri, Amin Tohari, mengungkapkan bahwa dua mahasiswa terpilih akan mendapatkan kesempatan emas untuk mengikuti program internship langsung di Yuntech Taiwan selama satu semester penuh.
- Durasi Program: Akhir Agustus 2026 hingga awal Januari 2027.
- Fasilitas: Beasiswa penuh melalui skema Taiwan Experience and Education Program (TEEP).
Untuk menyaring mahasiswa yang benar-benar siap dan kompeten, FEB UNP Kediri memanfaatkan momentum International Guest Lecture dan Business Competition yang menghadirkan pemateri langsung dari Taiwan.
”Kami di fakultas bersama dengan seluruh program studi di FEB akan mengadakan seleksi internal yang ketat. Kami ingin memastikan mahasiswa yang dikirim adalah mereka yang benar-benar berkualitas,” tegas Amin.
Melangkah Lebih Jauh: Kelas Internasional dan Dongkrak Akreditasi
Hubungan erat kedua kampus ini sebenarnya telah dirintis sejak tahun 2023. Selain Summer Camp, implementasi kerja sama diwujudkan dalam bentuk International Class pada mata kuliah Strategic Management yang diadakan setiap semester genap. Bahkan, salah satu dosen dari FEB UNP Kediri kini dipercaya untuk mengisi kuliah di kelas internasional tersebut.
Amin Tohari menjelaskan bahwa memilih Yuntech sebagai mitra strategis adalah langkah tepat untuk mewujudkan visi UNP Kediri menjadi perguruan tinggi unggul di tingkat regional ASEAN.
Selain memberikan pengalaman global bagi mahasiswa dan dosen, kolaborasi internasional yang masif ini diakui Amin membawa dampak positif yang besar bagi institusi, khususnya dalam hal penilaian akreditasi kampus.
Menuju Kampus Hijau lewat Proyek Sustainability (3R)
Kedekatan antara Yuntech Taiwan dan UNP Kediri dipastikan tidak akan berhenti pada program pertukaran budaya dan akademik saja. Ke depan, kedua kampus siap berkolaborasi dalam program lingkungan yang diinisiasi oleh Wakil Rektor UNP Kediri, Dr. Agus Muji Santoso, M.Si.
Program jangka panjang berdurasi 5 bulan tersebut akan fokus pada isu sustainability (keberlanjutan lingkungan) melalui penerapan konsep Reuse, Reduce, dan Recycle (3R).
Profesor Jenny berharap program ini bisa menjadi wadah bagi mahasiswa dan profesor kedua negara untuk berkontribusi langsung bagi masyarakat lokal Kediri. Di bawah kepemimpinan rektorat UNP Kediri, kolaborasi hijau ini diharapkan mampu melahirkan inovasi baru dalam pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan. (das)










