Banyuwangi, ArahJatim.com – Anggota DPRD Banyuwangi lintas fraksi mengunjungi puluhan korban penggusuran di Bumi Perkemahan Air Mata, Jalan Kepiting, Kelurahan Tukang Kayu, Kecamatan Banyuwangi, Senin (18/11/2019) siang. Kedatangan wakil rakyat tersebut untuk mendengar dan menyelami derita 46 kepala keluarga (KK) yang menjadi korban eksekusi rumah yang terjadi pada Rabu (13/11/2019) lalu.
Menurut Wakil Ketua DPRD Banyuwangi Michael Edy Hariyanto dari Fraksi Demokrat, Bumi Perkemahan Air Mata merupakan perkampungan darurat yang terdiri dari tenda seadanya dengan perabotan rumah tangga yang berserakan. Sejauh mata memandang memang terlihat banyak tumpukan material bangunan sisa eksekusi yang dibiarkan menumpuk.
“Dulu kami pernah dijanjikan uang kerohiman Rp 20 juta. Namun dari jumlah itu ada yang dikasih Rp 5 juta dulu untuk cari kos sementara. Akhirnya warga bertahan di lokasi takut sisanya tidak dibayar,” cerita Suamnah, salah satu warga dihadapan para wakil rakyat.
Baca juga:
- Eksekusi 46 Rumah Ricuh, Warga Persenjatai Diri Dengan Batu Dan Kotoran Sapi.
- Serunya Berlari Di Tengah Kawasan Geopark Alas Purwo, Banyuwangi.
- Para Bupati Senang Presiden Jokowi Dukung Daerah Tak Takut Berinovasi.
Lelaki berdarah Madura tersebut juga mengaku bertahan lantaran tidak punya pilihan lain. Sebab lahan yang dieksekusi merupakan tempat satu-satunya yang dimiliki. Sementara saudara terdekat tinggal di Bondowoso yang jaraknya 3 jam perjalanan dari Banyuwangi.
Sementara itu, kedatangan rombongan wakil rakyat lintas fraksi membuat puluhan korban penggusuran sedikit lega. Setidaknya wakil rakyat masih ingat pada konstituennya. Sebab sejak ekskavator merobohkan rumah miliknya, mereka mengaku sakit hati lantaran tak satupun wakil pemerintah datang menguatkan batin mereka yang hancur.
“Nanti kami rekomendasikan kepada Ketua DPRD I Made Cahyana Negara untuk memanggil lurah dan camat. Apalagi warga korban penggusuran masih bertahan tinggal di tenda karena tidak punya tempat lain untuk ditinggali. Setidaknya pemerintah datang untuk mencarikan solusi,” pungkas Michael yang juga Ketua Partai Demokrat tersebut. (ful)











