
“Dengan adanya program TMMD diharapkan dapat membantu meningkatkan percepatan pembangunan melalui pertumbuhan ekonomi di daerah, meningkatkan taraf hidup masyarakat, menurunkan kemiskinan serta menempatkan desa sebagai subjek pembangunan, di mana desa dapat merencanakan sendiri, melaksanakan sendiri, dan memberdayakan sendiri masyarakatnya,” terangnya.
“Upaya pemerintah dalam mewujudkan program Nawacita yang salah satunya adalah membangun Indonesia dari pinggiran dengan cara memperkuat daerah-daerah dan desa dalam kerangka NKRI. Membangun desa harus menjadi prioritas karena sangat terkait dengan upaya membangun dari pinggiran dengan cara memperkuat daerah-daerah di pedesaan,” tambahnya.
Baca Juga:
- Pencarian Korban Tewas Pendaki Gunung Semeru Dihentikan, Kenapa?
- Masyarakat Malang Selatan Ajak Masyarakat Peduli Lingkungan.
- Satpol PP Lumajang Razia 3 Orang PSK Nekat.
“Pemerintah Provinsi Jawa Timur beserta Kabupaten, Masyarakat dan TNI AD di semua Lokasi Sasaran TMMD mendukung pelaksanaan kegiatan baik fisik maupun nonfisik. TMMD bukan semata membangun sarana fisik bagi masyarakat desa, melainkan juga menumbuhkan semangat percaya diri masyarakat agar mampu mengelola potensi yang dimiliki serta kesiapsiagaan menghadapi setiap ancaman dan tantangan yang sedang dan akan dihadapi,” jelasnya.
“Dukungan Pemerintah Provinsi pada pelaksanaan TMMD ke seluruh lokasi sasaran berupa bantuan keuangan, Vasektomi Tanpa Pisau (VTP) Kit, Implant Kit, Obgyn Bed, pemasangan dan pembongkaran umbul-umbul KB, pelayanan KB gratis. Ada beberapa dukungan kegiatan yang tidak berada di semua lokasi TMMD yaitu Penyuluhan Hukum, Kegiatan Jalan Lain Menuju Mandiri dan Sejahtera (Jalinmatra), Paket Pelatihan Berbasis Masyarakat, Pelayanan Kesehatan Hewan Terpadu. Hasil pelaksanaan TMMD dapat langsung dirasakan oleh masyarakat untuk meningkatkan kesejahteraan hidup masyarakat. Oleh karena itu perlunya peran masing-masing untuk bisa berkolaborasi, berkoordinasi, berkomunikasi serta bersinergi dalam rangka mendukung pelaksanaan kegiatan TMMD,” pungkasnya.
Sebagai informasi, pelaksanaan TMMD ini akan dilaksanakan selama 30 hari ke depan yaitu mulai tanggal 15 Oktober s/d 13 November 2018 di lima daerah lokasi sasaran, dengan harapan akan mencapai hasil yang optimal sebagaimana yang kita rencanakan bersama dan dapat langsung dirasakan oleh masyarakat, serta sejalan dengan semangat yang tertuang dalam tema TMMD ke-103 tahun 2018 yaitu “TNI Manunggal Rakyat dalam Mewujudkan Desa yang Maju Sejahtera dan Demokratis”. (Kominfo)










