Sidang Perdana Moh Trijanto, Kuasa Hukum Terdakwa Menilai Dakwaan JPU Tidak Relevan

oleh -
Pengadilan Negeri Blitar menggelar sidang perdana terhadap Mohamad Trijanto sebagai tersangka dugaan kasus pelanggaran UU ITE. (Kamis, 24/01/2019) (Foto: ArahJatim.com/mua)

Blitar, ArahJatim.com – Pengadilan Negeri Blitar menggelar sidang perdana terhadap Mohamad Trijanto sebagai tersangka dugaan kasus pelanggaran UU ITE, Kamis (24/1/2019). Sidang digelar di ruang sidang cakra Pengadilan Negeri Blitar Jalan Dr Wahidin Kota Blitar. Sidang perdana ini dipimpin oleh hakim Ketua Pengadilan Negeri Blitar, Mulyadi Aribowo dan dua hakim anggota, Rahid Pambingkas dan Suci Astri Pramawati.

Sidang perdana dengan agenda pembacaan dakwaan dari Jaksa Penuntut Umum (JPU) diantaranya Taufik Sugianto, Nanang Dwi Prihariadi dan Grisnita Defi. Sedangkan untuk kuasa hukum terdakwa, yakni Hendy Priyono. Persidangan yang berlangsung sekitar 60 menit ini, semua dakwaan yang disangkakan oleh JPU dinilai tidak sesuai oleh kuasa hukum terdakwa.

Baca juga :

“Kita akan buktikan nanti yang seharusnya hanya soal kabar bohong dan pencemaran nama baik di UU ITE, namun kok dibawa ke pidana khusus. Kami menilai kalau dakwaan ini merupakan leg spesialist dan tidak relevan untuk perkara ini,” terang Hendy Priyono, kuasa hukum terdakwa.

Seperti diketahui dan diberitakan sebelumnya, kasus yang menjerat aktivis anti korupsi Moh Trijanto bermula dari unggahan medsos foto sampul surat panggilan terhadap Bupati Blitar Rijanto yang diduga dari KPK dan sejumlah pejabat pemkab Blitar, namun ternyata palsu.

Moh Trijanto dijerat dengan Pasal 14 Ayat 1 atau Ayat 2, atau Pasal 15 UU No. 1 Th 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana, atau Pasal 45 Ayat 3, Pasal 27 Ayat 3 UU No. 19 Th 2016 tentang Perubahan atas UU No. 11 Th 2008 tentang ITE, dengan ancaman hukuman 10 tahun penjara. (mua)