Polisi Ringkus Dua Pembunuh Janda Teman Kencan

oleh -
Polisi membawa kedua pelaku ke TKP dan memintanya memperagakan bagaimana cara mereka membunuh korban. (Foto: arahjatim.com/rokhmad)

Lumajang, ArahJatim.com – Petuga Kepolisian Resort Lumajang meringkus dua pelaku pembunuhan Idayati (42), warga Lumajang, yang telah dikencani pelaku, Senin (29/1/2019). Mereka adalah Muhammad Syafii (24) warga Desa Dawuhan Wetan dan MR (15) warga Desa Dawuhan Wetan, Kecamatan Rowokangkung, Lumajang. Pelaku bernama Syafi’i terpaksa dihadiahi timah panas oleh polisi, lantaran melawan saat ditangkap.

Dua pelaku membunuh Idayati (42), seorang janda warga Lumajang di perkebunan tebu yang berada di tepi sungai Bondoyudo, Desa Dawuhan Wetan, Lumajang.

Kepada polisi, pelaku mengaku tega membunuh korban, lantaran tidak cocok dengan tarif kencan yang diminta korban. Para pelaku membuang korban ke sungai Bondoyudo dan mayatnya ditemukan di pantai Paseban, Jember.

Kejadian tersebut berawal ketika pelaku, Syafi’i janjian berkencan dengan korban dengan kesepakatan tarif sebesar lima puluh ribu rupiah. Syafi’i menggonceng korban dengan menggunakan sepeda motornya, sedangkan motor milik korban dikendarai oleh rekan pelaku MR menuju ke bantaran sungai Bondoyudo.

Baca juga:

Usai berkencan, Syafi’i bertengkar dengan korban dengan alasan korban meminta bayaran sebesar satu juta rupiah. Pelaku emosi dan memukul korban pada bagian kepala dengan tangan kosong hingga korban tak sadarkan diri.

Syafi’i panik melihat korban tidak sadarkan diri, lalu dibantu MR, Syafi’i melemparkan tubuh korban ke sungai Bondoyudo.

“Usai persetubuhan, menurut tersangka, ada tambahan dana satu juta, dongkol lalu pukul pakai tangan dan helm dan pinsa. Korban ditarik dan teman pelaku datang dan korban dilempar ke sungai dan ditemukan di pantai Paseban Jember,” jelas AKBP Muhammad Arsal Sahban, Kapolres Lumajang.

Selain membunuh korban, kedua pelaku juga membawa kabur barang-barang milik korban berupa perhiasan, ponsel dan sepeda motor. Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, pelaku akan dijerat dengan pasal 338 KUHP tentang pembunuhan dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara. (rokhmad)