
Blitar, ArahJatim.com – Jus jambu merah produksi kampung jambu yang berada di Desa Karangsono Kecamatan Kanigoro Kabupaten Blitar diburu pasien Demam Berdarah Dengue (DBD). Peningkatan pejualan jus jambu merah terjadi sejak sebulan terkahir. Hal ini dikarenakan musim hujan yang berimbas pada merebaknya penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD). Di Kabupaten Blitar penderita DBD mencapai 254 kasus dalam sebulan terkahir. Dari jumlah tersebut tiga pasien dinyatakan meninggal dunia.
Mufid Raharja pemilik Kampung Jambu mengatakan sejak sebulan terakhir permintaan jus jambu merah naik hingga 100%. Jika sebelumnya dalam sehari terjual 100 cup jambu merah, sebulan terakhir ia harus melayani permintaan 200 cup jus jambu merah per-hari.
“Sejak tahun baru memang permintaan naik. Biasanya sehari hanya menghabiskan 100 cup sekarang bisa sampai 200 cup. Kebanyakan yang beli keluarga pasien DBD yang dirawat di rumah sakit di daerah Kabupaten dan Kota Blitar. Mereka datang langsung kesini,” ungkap Mufid, Rabu (30/1/2019).
Kasiat jus jambu merah untuk membantu memulihkan DBD ini juga diakui Eko Winarko, salah satu konsumen yang setiap hari membeli jus jambu merah. Untuk dikonsumsi anaknya yang dirawat di rumah sakit karena DBD.
Baca juga :
- Pentingnya Kebersihan Sejak Dini untuk Zero DBD
- Ratusan Kasus DB Terjadi Di Kabupaten Blitar, Ini Himbauan Dari Dinkes Kab Blitar
- Pemkab Blitar Soroti Kasus Tewasnya Balita Akibat Demam Berdarah
“Anak saya dirawat sudah empat hari. Selain pengobatan medis saya juga inisiatif herbal jus jambu merah. Alhamdulillah perlahan-lahan trombosit sudah naik dan segera diperbolehkan pulang,” ungkap Eko Winarko saat membeli jus jambu merah.
Hal senada diungkapkan Ahmad Zunaidi, pengasuh salah pondok pesantren di Kanigoro. Sebulan terakhir Ahmad Zunaidi rutin membeli jambu segar dari Kampung Jambu Karangsono untuk diolah menjadi jus jambu setelah beberapa santri di Ponpesnya terjangkit DBD.
“Kami langganan sekitar satu bulan. Memang khusus untuk santri yang ada di pondok. Karena ada beberapa santri yang kena DBD. Setiap hari saya beli sekitar 10 kilo jambu merah untuk diolah menjadi jus,” tutur Ahmad Zunaidi.
Jambu biji memang berperan penting dalam proses pemulihan penyakit DBD. Berdasarkan penelitian, mengungkapkan zat aktif yang ada di dalam jambu biji, yaitu trombinol, mampu merangsang trombopoietin lebih aktif. Sehingga dapat menghasilkan keping darah yang lebih banyak. Trombopoietin sendiri merupakan hormon yang berfungsi mengatur kadar jumlah trombosit pada tubuh.
Tidak hanya itu, kandungan vitamin yang banyak terdapat pada jambu biji cukup ampuh untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Dengan begitu, setelah sistem kekebalan tubuh menjadi lebih kuat maka sel darah putih dapat memberikan perlawanan yang baik terhadap virus. Bahkan hingga mampu mengalahkan virus dengue penyebab penyakit DBD.(mua)










