
Kediri, ArahJatim.com – Tingginya jumlah angka penderita Demam Berdarah di Kabupaten Kediri, membuat Bupati Kediri, Haryanti Sutrisno membentuk tim khusus guna mencegah dan mengurangi angka DB.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi Kabupaten Kediri, Krisna Setiawan yang ditemui di kantornya, Jalan Bendungan Sutami Kediri menjelaskan, berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur, di Kabupaten Kediri setidaknya tercatat 416 kasus dan 12 orang dinyatakan meninggal dunia.
Menanggapi hal itu sejak akhir bulan Januari, Pemkab Kediri membentuk tim khusus yang terdiri dari Dinas Kesehatan, Kecamatan dan Kelurahan di seluruh wilayah Kabupaten Kediri. Mereka akan bertugas melakukan sosialisasi bahaya, pencegahan DB hingga tindakan lanjutan kepada penderita terduga DB sedari dini.
Baca juga:
- Musim DBD Jus Jambu Merah Diburu Pasien DB.
- Ratusan Kasus DB Terjadi Di Kabupaten Blitar, Ini Himbauan Dari Dinkes Kab Blitar.
- Atasi Serangan DB Pemkab Kediri Adakan PSN Serentak.
“Sejak akhir Januari, kita telah melakukan antisipasi dan tindakan aktif dengan membentuk tim khusus terdiri dari pihak Dinas Kesehatan, petugas Kecamatan dan Kelurahan di Kabupaten Kediri yang bertugas melakukan sosialisasi bahaya, pencegahan hingga tindakan lanjutan terhadap penanganan terduga penderita DB,” jelas Krisna. Senin, (4/2/2019).
Dalam kesempatan itu Krisna juga tidak menampik jika saat ini Kabupaten Kediri memang dinyatakan oleh Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur sebagai peringkat pertama daerah penyumbang terbesar se Jawa Timur dari kasus yang disebabkan oleh nyamuk Aedes Aegypty.
Namun demikian masyarakat tetap harus cepat tanggap untuk segera mengantisipasi DB, salah satunya dengan cara PSN 3M plus (Pemberantasan Sarang Nyamuk dengan cara Menutup, Menguras, dan Mengubur).
“Kendati tim khusus telah terbentuk dan aktif bekerja di lapangan, namun masyarakat juga harus aktif memerangi DB dengan cara PSN 3M plus (Pemberantasan Sarang Nyamuk dengan cara Menutup, Menguras, dan Mengubur), karena masyarakat lah yang mengerti kondisi wilayahnya masing masing,” imbuh Krisna.
Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jatim, Kohar Hari Santoso, pada hari Minggu, (3/2/2019) sempat mengunjungi Kabupaten Kediri dan melakukan survei serta kontrol terhadap kondisi wilayah Kabupaten Kediri dan yang terjangkit DB. (das)










