Serunya Menyaksikan Gandrung Surf Competition Di Pantai Pulau Merah

oleh -
oleh
https://live.staticflickr.com/65535/48219298681_b9337559ab_b.jpg
Kompetisi selancar (surfing) bertaraf internasional digelar di Pantai Pulau Merah, Desa Sumbergung, Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi, Minggu (7/7/2019). Kompetisi selancar ini diselenggarakan oleh Kelompok Sadar Wisata (POKDARWIS) Desa Sumberagung. (Foto: arahjatim.com/ful)

Banyuwangi, Arahjatim.com – Kompetisi selancar (surfing) bertaraf internasional digelar di Pantai Pulau Merah, Desa Sumbergung, Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi, Minggu (7/7/2019). Kompetisi selancar ini diselenggarakan oleh Kelompok Sadar Wisata (POKDARWIS) Desa Sumberagung. Dengan mengambil tema “Gandrung Surf Competition 2019” kompetisi diikuti 80 peserta dari dalam maupun luar negeri seperti, Australia, Jepang, Ceko hingga Kanada.

Mereka beradu ketangkasan menaklukkan ganasnya ombak Pantai Pulau merah yang terkenal panjang dan konsisten. Tak hanya diikuti peselancar (surfer) dewasa, kompetisi yang terbagi dalam berbagai kategori juga diikuti peselancar-peselancar cilik dari berbagai daerah seperti, Banyuwangi, Bali, Lombok dan Yogyakarta, serta Pangandaran.

Baca juga:

pasang iklan_rev3

Meski masih berusia belia, atraksi peselancar cilik mampu menaklukkan hempasan ombak tak kalah seru dibandingkan peselancar profesional. Seakan tak takut tergulung ombak, mereka tampak percaya diri memamerkan kemampuannya menaklukkan seluruh rintangan sembari meliuk-liuk di atas gulungan ombak.

“Di sini ombaknya panjang dan sangat kosisten. Saya bersama teman-teman dari Yogyakarta dan Bali. Ini keempat kalinya saya mengikuti kompetisi di Pulau Merah. Targetnya tentu juara dong,” ujar Oyoaki Iko, peserta asal Pantai Parangtritis Yogyakarta.

Aksi peselancar-peselancar cilik memukau dan menjadi hiburan para wisatawan yang berkunjung ke pantai Pulau Merah. (Foto: arahjatim.com/ful)

Tentu saja, aksi mereka menaklukkan ombak mengundang decak kagum wisatawan yang datang untuk menyaksikan kompetisi selancar di pantai Pulau Merah dalam rangka menikmati libur sekolah bersama anak-anaknya.

“Saya bersama anak-anak datang dari Jember. Katanya di sini ada lomba selancar. Mumpung liburan sekolah anak-anak saya ajak kesini. Tadi anak-anak yang main selancar bagus-bagus. Hebat pokoknya,” kisah Sundari, wisatawan asal Jember.

Sementara itu, tim juri melakukan penilaian meliputi beberapa kriteria, mulai dari keindahan menampilkan atraksi, hingga lamanya durasi atraksi yang ditampilkan di atas ombak. Mereka diberi waktu beberapa menit untuk menunjukkan kepiawaiannya dalam menaklukkan ombak kepada tim juri.

Sejumlah peselancar luar negeri dari Australia, Jepang, Ceko dan Kanada juga turut ambil bagian dalam kompetisi yang diselenggarakan mandiri oleh masyarakat sekitar Pulau Merah.  (Foto: arahjatim.com/ful)

Dalam atraksinya, para peserta terlihat seperti menari di atas air dengan papan selancar yang melaju cukup kencang di atas ombak besar. Peserta yang berhasil menampilkan atraksi terbaik dan mampu menaklukkan ombak tinggi pantai yang dikenal indah saat sunset tersebut akan dinobatkan menjadi juara.

“Even ini sebagai bentuk kebangkitan masyarakat sekitar Pulau Merah untuk menggelar ajang surfing tanpa ada campur tangan EO dari daerah lain. Ini murni even kami yang kami selenggarakan untuk menjawab tantangan Bupati untuk bikin acara sendiri tanpa EO. Alhamdulillah kami bisa,” pungkas Suyitno, Panitia Gandrung Surf Competition 2019. (ful)

No More Posts Available.

No more pages to load.