Madiun, ArahJatim.com – Bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah menjadi momentum bagi PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 7 Madiun untuk memperkuat ikatan sosial dengan masyarakat. Melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), KAI resmi menyalurkan bantuan Bina Lingkungan bertajuk “KAI Dungmas” bagi warga di wilayah Kota Madiun, Minggu (8/3/2026).
Langkah ini merupakan wujud nyata kepedulian perusahaan dalam memuliakan anak yatim dan dhuafa menjelang hari raya Idul Fitri yang penuh kemenangan.
Sinergi Kemanusiaan Bersama Yayasan Abulyatama
Dalam aksi sosial kali ini, KAI Daop 7 Madiun menggandeng Yayasan Abulyatama Indonesia (YAI) Madiun. Bantuan senilai Rp37.500.000 diserahkan langsung oleh manajemen Daop 7 Madiun kepada Nindya Mawarni, selaku Ketua Panitia Yatim Fest 1447 H.
Bantuan tersebut diwujudkan dalam bentuk paket bingkisan Ramadhan dan santunan yang menyasar anak-anak yatim serta kelompok dhuafa di sekitar wilayah operasional kereta api.
”Bantuan ini merupakan komitmen KAI terhadap pengelolaan sosial yang berdampak langsung. Kami ingin hadir bukan sekadar penyedia transportasi, melainkan juga sebagai wujud nyata kepedulian bagi warga,” ungkap Tohari, Manager Humas Daop 7 Madiun.
Dukungan Penuh untuk Agenda ‘Yatim Fest 1447 H’
Alokasi dana TJSL kali ini difokuskan untuk mendukung perhelatan Yatim Fest 1447 H. Program ini bukan hanya sekadar pemberian bantuan materi, namun memiliki misi sosial yang lebih mendalam, di antaranya:
- Ruang Berbagi Kebahagiaan: Menciptakan momen keceriaan bagi anak yatim di tengah suasana Ramadhan.
- Penguatan Mental: Memberikan dukungan moral dan apresiasi bagi para “Bunda Tangguh” (ibu tunggal) dalam membesarkan putra-putrinya.
- Santunan Kasih Sayang: Memberikan perhatian fisik dan emosional yang nyata bagi mereka yang membutuhkan.
Komitmen Keberlanjutan dan Manfaat Sosial
KAI menegaskan bahwa program Bina Lingkungan ini bukanlah kegiatan sekali jalan. Hal ini selaras dengan visi perusahaan untuk menciptakan keseimbangan antara operasional bisnis dan tanggung jawab moral terhadap lingkungan sekitar.
Tohari berharap kontribusi ini dapat memberikan dampak jangka panjang bagi kesejahteraan sosial di Madiun. “Semoga kegiatan ini membawa manfaat nyata dan menjadi inspirasi bagi semua pihak untuk terus menebarkan semangat berbagi,” tutupnya. (das)










