Kediri, ArahJatim.com – Sebuah ritual sakral nan penuh makna digelar di Situs Persada Sukarno, Ndalem Pojok, Desa Pojok, Kecamatan Wates, Kabupaten Kediri, Sabtu(28/6/2025). Seorang pemuka agama Hindu nasional, Ida Pandita Agung Putra Nata Siliwangi Manuaba, memimpin langsung ritual penyucian Arca Ganesha, simbol ilmu dan kebijaksanaan yang melekat erat pada jiwa Bung Karno dan Kabupaten Kediri.
Ritual ini dilangsungkan bertepatan dengan awal Bulan Suro, momen yang oleh banyak kalangan diyakini sebagai waktu penuh spiritualitas. Dengan dipenuhi wangi dupa, bunga-bunga suci, dan berbagai sesaji, prosesi berlangsung khidmat diiringi doa-doa dan kidung Hindu.
Tidak hanya memimpin upacara, Resi Agung asal Sunda yang kini bermukim di Bali ini juga melakukan napak tilas jejak spiritual Bung Karno. Dalam pesannya, ia menegaskan bahwa penyucian arca ini bukan semata tradisi, melainkan doa untuk harmoni dan kesejahteraan bangsa.
“Ganesha adalah lambang ilmu, kebijaksanaan, kemakmuran, dan keadilan. Kita hidupkan kembali semangat itu demi perdamaian, bukan hanya di Kediri, tetapi untuk Indonesia dan seluruh umat manusia,” ujarnya tegas.
Ida Pandita Agung yang juga menjabat Sekretaris Sabha Pandita Parisada Hindu Dharma Indonesia Pusat ini menambahkan, jiwa Bung Karno adalah jiwa Ganesha penuh kebijaksanaan. Dari tempat inilah, ia berharap muncul kembali pemimpin-pemimpin bangsa yang arif dan bijaksana.
Arca Ganesha dan Jiwa Kebangsaan
Ketua Harian Situs Persada Sukarno, Kushartono, menyambut hangat dan mengapresiasi kedatangan Resi Agung bersama rombongan dari Bali.
“Pesan beliau sangat menyentuh: membangkitkan jiwa-jiwa Ganesha dalam diri kita. Artinya, menyelaraskan kecerdasan intelektual, emosional, dan spiritual yang hari ini seringkali tercerai,” ungkapnya.
Menurutnya, Ganesha bukan sekadar patung, tetapi simbol kesatuan ilmu lahir dan batin.
“Ganesha menggambarkan harmoni cipta, rasa, dan karsa. Jika ilmu berjalan lurus dan hati terjaga, bangsa ini akan tumbuh adil dan makmur. Inilah makna sejati dari ‘Bangunlah Jiwanya, Bangunlah Badannya’ dalam Indonesia Raya,” tambahnya.
Merajut Perdamaian Nusantara
Usai prosesi penyucian, Ida Pandita Agung bersama rombongan melanjutkan perjalanan spiritualnya ke Pesantren Jati Diri Bangsa Indonesia Merajut Perdamaian Nusantara, yang terletak tak jauh dari lokasi ritual.
Di pesantren yang dikenal sebagai tempat penguatan nilai-nilai kebangsaan ini, digelar diskusi kebangsaan lintas iman. Di sana diajak kembali mengingat Pancasila, Pembukaan UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika, Garuda Pancasila, hingga Sumpah Pemuda semua nilai yang membentuk pondasi bangsa ini.
Penutup: Jiwa Ganesha, Jiwa Indonesia
Ritual ini bukan sekadar seremoni spiritual. Ia menjadi pengingat bahwa dalam wajah arca batu pun terkandung pesan mendalam bangsa ini hanya akan kuat jika ilmu, akhlak, dan kebijaksanaan berjalan seiring. Jiwa Bung Karno yang menjunjung tinggi nilai-nilai Ganesha perlu terus dihidupkan terutama di masa ketika bangsa membutuhkan harmoni lebih dari sebelumnya.
Semoga dari Situs Bung Karno Kediri, cahaya kebijaksanaan terus menyala bagi nusantara. (das)











