Blitar, ArahJatim.com – Menanggapi keluhan warga Desa Rejoso Kecamatan Binangun Kabupaten Blitar, atas keluarnya cairan hitam dari saluran pembuangan pabrik PT Rejoso Manis Indo (RMI) yang diunggah di media sosial Facebook, pihak PT RMI memberikan klarifikasi. Deputi Proyek Manager PT RMI, Putut Hendaruji membantah cairan yang keluar itu adalah limbah pabrik.
“Akan tetapi sebenarnya itu tidak sesuai dengan real yang ada. Bahwa limbah yang ada di RMI kami lakukan pengolahan dan bukan kami melakukan pembiaran. Karena pada saat ini pabrik sedang tahap komisioning (percobaan) semua mesin dengan material yang ada,” papar Putut saat memberi klarifikasi.
Ia menjelaskan, di pabrik gula tersebut terdapat ribuan mesin yang sedang diuji coba. Putut menyebut, cairan yang keluar dari pabrik adalah bekas cucian tebu yang telah bercampur debu.
“Tidak ada (kebocoran) di dalam pembuangan limbah pabrik kami. Memang ada jalur air hujan atau air bersih dan terkena debu sehingga berwarna hitam, mungkin itu disebut limbah,” tambah Putut.
Baca juga :
- Kota Blitar Kembali Raih Penghargaan WTN Untuk Kali Keempat.
- PT BSI Terima Anugerah Produksi Bersih Dari Pemkab Banyuwangi.
- Amdal Instrumen Jaga Lingkungan Gunung Kelud.
Karena di pabrik kami, pembuangan limbah sudah ada jalurnya ke pengolahan. Pengolahan ini namanya IPAL (Intalasi Pengolahan Air Limbah) atau WWTP (Waste Water Treatment Plant).
“Saya (RMI) ada sekitar lima ratus pompa. Ada ratusan join (sambungan) pipa. Kan mustahil kalau itu tidak ada yang bocor. Tapi semua mengalir ke pengolahan limbah,” imbuhnya.
Putut mengakui, pasca-postingan tersebut akan ada kunjungan dari praktisi Universitas Brawijaya yang berencana meneliti kandungan air tersebut. Sementara informasi yang berkembang di masyarakat sekitar, cairan tersebut menyebabkan ikan mati.
“Entah besok atau lusa, hasil riset itu nanti bisa menjadi gambaran yang gamblang, yang jelas tentang lingkungan. Kami sudah mendatangi lokasi itu (saluran pembuangan yang diprotes warga). Dan itu buangan daripada saluran-saluran pembersih jalan. Kami baru tahu ada ikan mati dari medsos itu. Posisinya jauh dari kami,” pungkasnya.
Sebelumnya warga di Desa Rejoso, Kecamatan Binangun, Kabupaten Blitar memprotes munculnya cairan berwarna gelap yang keluar dari saluran pembuangan pabrik PT Rejoso Manis Indo (RMI). Protes warga itu dilakukan melalui unggahan di media sosial Facebook.
Postingan yang diunggah oleh akun Pramony Yelz di grup Facebook Ajang Sapa Sedulur ICB itu menunjukkan cairan yang keluar dari saluran pembuangan pabrik PT RMI. Cairan tersebut terlihat berwarna cokelat dan mengalir sembarangan keluar.
Postingan itu kemudian dikomentari warganet. Kebanyakan warganet juga tak menyukai peristiwa tersebut. Informasi yang beredar, warga juga menemukan ada ikan yang mati akibat cairan yang diduga limbah tersebut. (mua)










