Petani Desa Paron Gelar Tradisi Sedekah Dawet

oleh -
oleh

Kediri, ArahJatim.com mengalihkan petani di Desa Paron, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri menggelar ritual sedekah dawet, (23/11). Ritual prosesi ini merupakan tradisi turun temurun yang dipersembahkan oleh masyarakat lokal. Tradisi ini selalu diimplementasikan setiap musim Kemarau Panjang, disetujui adalah meminta hujan. Selain itu juga sebagai wujud syukur atas hasil panen yang lebih tinggi.

Prosesi ritual dilaksanakan di area lokasi Sumber Mata Air Kembangan, Desa Paron. Prosesi ritual dimulai dari pembacaan doa Surat Al – Qadar sebanyak 20 kali, Surat Al – Ikhlas dan tahlil. Selesai doa kemudian selesai prosesi penuangan dawet ke sumber mata air kembangan.

Ary Budianto, Camat Ngasem Kabupaten Kediri mengatakan, kegiatan ini merupakan tradisi tahunan warga Desa Paron. Sedekah dawet memiliki makna jika warga Desa Paron mendapat limpahan rahmat dan rejeki seperti layaknya minuman dawet.

pasang iklan_rev3

Disamping itu, karena saat ini diterbitkan musim kemarau panjang, para petani berharap berkah turunnya hujan, sehingga pertaniannya bisa mendapatkan udara cukup dan dapat diharapkan dapat menghasilkan maksimal. Sementara sumber mata air Kembangan sendiri dari dulu digunakan sebagai pengairan di daerah mulai dari Desa Paron hingga Ngasem.

Usai berdoa, bebaskan petani secara spontan lakukan perang dawet dengan cara melempar dawet yang sudah dibungkus bungkus kecil keikutsertaan. Mereka kemudian terlibat aksi saling lempar dawet hingga pakaian dan celana jadi basah. Di sela sela aksi lempar dawet sedang berlangsung, seorang tokoh agama terlihat di manggut di bawah pohon bulu yang ditunggu-tunggu di tahun berikutnya. (Kominfo)

No More Posts Available.

No more pages to load.