Pemkab Kediri Pantau Terus Kondisi Balita Febrian, Ternyata Ini Sebabnya

by -
https://live.staticflickr.com/65535/49049098613_d1d723d93c_b.jpg

Kediri, ArahJatim.com – Pemkab Kediri terus memberikan perhatian pada penanganan Febrian Dwi Mursaid, balita berusia delapan bulan, putra pasangan Murjito dan Siti Masamah. Balita warga Desa Kunjang, Kecamatan Kunjang ini terlahir dalam kondisi kurang sempurna karena tidak memiliki saluran pembuangan pencernaan (anus).

Kepala Dinas Sosial melalui Kabid Rehabilitasi Sosial Diah Saktiana mengatakan, solusi untuk pasien Febrian adalah akan diambil tindakan medik berupa operasi pembuatan anus. Tindakan operasi pembuatan anus ini akan dibiayai oleh Pemkab Kediri melalui Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda).

“Hanya saja saat ini operasi belum dapat dilakukan, karena demi keselamatan bayi. Operasi bisa dilakukan saat bayi berusia 1 tahun dan memiliki berat minimal 7 kilogram. Sehingga saat ini kami menunggu bayi Febrian bisa memenuhi syarat tersebut,” jelasnya.

Dijelaskan kembali oleh Diah Saktiana, selain biaya medis, Pemkab Kediri melalui Dinkes juga akan menanggung biaya operasional dan akomodasi selama Febrian dirawat di rumah sakit guna tindakan operasi nanti. Rencananya operasi akan dilakukan di RS Saiful Anwar Malang.

“Febrian terus kami pantau kondisinya. Termasuk saat ini kami berikan bantuan asupan gizi karena beratnya kurang. Yang bersangkutan saat ini tidak mau minum ASI. Mungkin karena secara pencernaan ada gangguan, sehingga kurang bernafsu dalam mengkonsumsi asupan,” tambahnya.

“Kami juga mendatangi rumah (orang tua) Febri dan berkoordinasi dengan Camat Kunjang, Puskesmas Kunjang, Perangkat Desa Kunjang dan Dinas Kesehatan guna monitoring Febrian. Karena saat ini untuk sementara untuk anus menggunakan alat yang harus diganti secara periodik,” imbuhnya.

Sebagai infomasi, balita Febrian saat ini berusia delapan bulan. Proses kelahirannya dibiayai oleh Pemkab Kediri melalui Jampersal. Demikian juga sejak pengobatan dan perawatan mulai faskes tingkat satu hingga dirujuk ke RS Saiful Anwar Malang ditanggung oleh Jamkesda. (Kominfo)