Pekerja Pengepakan Sabut Kelapa Tewas Terlindas Alat Berat Loader

by -
https://live.staticflickr.com/65535/49164368747_fddd9dac17_b.jpg
Karena luka yang cukup serius akibat terlindas alat berat jenis Loader, nyawa Sutrisno, pekerja pengepakan sabut kelapa tidak tertolong. (Foto: arahjatim.com/ful)

Banyuwangi, ArahJatim.com – Seorang pekerja pabrik pengepakan sabut kelapa di Jalan Argopuro, Kecamatan Kalipuro, Banyuwangi tewas dilindas sebuah alat berat jenis loader di tempatnya bekerja, Selasa (3/12/2019). Korban bernama Sutrisno, warga Dusun Krajan, Desa Taman Suruh, Kecamatan Glagah tewas di lokasi kejadian dengan luka yang cukup serius pada bagian kepala, dan bahu.

Oleh rekan-rekan korban, jenazah langsung dilarikan ke kamar mayat RSUD Blambangan untuk dilakukan pemeriksaan. Tangis keluarga tak terbendung saat mengetahui tubuh Sutrisno sudah tak bernyawa lagi di kamar mayat.

Dari hasil penyelidikan pihak kepolisian, peristiwa bermula saat korban dan rekan-rekannya beristirahat di belakang sebuah alat berat loader yang ada dalam pabrik. Saat mesin alat berat loader mulai berbunyi dan berjalan mundur, rekan-rekan korban mulai meninggalkan lokasi agar tak tertabrak loader. Diduga kelelahan, korban ternyata tetap berdiam diri di lokasi kejadian hingga akhirnya tubuhnya terlindas alat berat dengan berat puluhan ton itu.

Agus, sang operator alat berat mengaku dirinya tak menyadari masih ada korban di belakangnya saat alat berat yang ia kemudikan berjalan mundur. Dirinya mengira seluruh pekerja termasuk korban yang beristirahat di belakang alat beratnya sudah meninggalkan lokasi.

“Saya kira semua orang yang sebelumnya beristirahat itu sudah pergi semua, tapi ternyata masih ada orang. Saya tidak tahu kalau masih ada orang di situ, tahu-tahunya waktu sudah terlindas, orang-orang pada teriak,” kata Agus, di RSUD Blambangan saat melihat kondisi korban.

Inilah alat berat (Loader) yang melindas tubuh korban Sutrisno yang mengakibatkan korban tewas di lokasi kejadian. (Foto: arahjatim.com/ful)

Hingga kini kasus tewasnya korban masih diselidiki oleh Tim Reskrim Polsek Kalipuro. Polisi menduga, tewasnya korban disebabkan korban kelelahan dan tetidur pulas sampai tak menyadari ada sebuah alat berat yang berjalan mundur di dekatnya. Polisi juga masih mendalami dugaan lalainya sang operator alat berat.

“Hingga kini operator alat berat masih kami tetapkan sebagai saksi. Dugaan kelalaian kemungkinan ada tapi masih kita dalami dulu. Dari pihak perusahaan otomatis sudah ada santunan kok kepada korban. Keterangan keluarga, korban juga tidak ada riwayat penyakit. Setelah dimandikan, jenazah langsung dikebumikan di rumah duka,” kata Ipda Suyono, Kanit Reskrim Polsek Kalipuro. (ful)