Maling HP Ajudan Bupati Banyuwangi Diringkus Tim Buser Polsek Genteng

by -
https://live.staticflickr.com/65535/49164135591_331d034cb5_b.jpg
Awin Sucipto, warga Kecamatan Kaliwates, Kabupaten Jember tersangka pelaku pencurian HP milik ajudan Bupati Banyuwangi digelandang Tim Buser Polsek Genteng. (Foto: arahjatim.com/ful)

Banyuwangi, ArahJatim.com – Kasus hilangnya handphone (HP) milik ajudan Bupati Banyuwangi, berhasil diungkap Tim Buser Polsek Genteng. Tak lama setelah menerima laporan kehilangan, anggota Polsek Genteng bergerak cepat meringkus pelaku pencuri HP yang banyak berisi dokumen penting itu.

Pelaku adalah Awin Sucipto, warga Kecamatan Kaliwates, Kabupaten Jember. Dari tangan pelaku, polisi mengamankan ponsel milik sang ajudan yang disimpan pelaku di sebuah lemari di dalam rumahnya.

Kasus hilangnya HP itu bermula saat korban bernama Gede Teguh Dedy Saputra mengawal Bupati pada sebuah acara festival di RTH Maron, Kecamatan Genteng, sepekan lalu. Saat itu korban sudah berada didalam mobil berniat mengambil HP yang ditaruh di saku belakang celananya untuk melihat jadwal kegiatan selanjutnya.

Namun sayang HP yang dicari ternyata sudah raib. Sadar menjadi korban kejahatan, korban langsung melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Genteng.

”Korban awalnya sempat mencari HP Iphone 8 miliknya yang hilang di sekitar lokasi, karena tidak kunjung ditemukan akhirnya korban melapor kepada pihak kepolisian di sektor Genteng,” kata Kanit Reskrim Polsek Genteng, Iptu Pudji Wahyono, Selasa (3/12/2019).

Dari hasil penyelidikan diketahui, pelaku nekat mengambil HP milik korban lantaran tergiur dengan kecanggihan fiturnya. Pelaku juga mengaku ingin memiliki handphone hasil curian itu  bukan untuk dijual, melainkan untuk dimiliki sendiri.

“Dari hasil rekam jejak pihak kepolisian di wilayah Jember, ternyata pelaku juga merupakan seorang residivis atas kasus yang sama. Pelaku biasa melakukan aksinya seorang diri,” tambah Iptu Pudji.

Atas perbuatanya, polisi menjerat pelaku dengan pasal 362 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal lima tahun penjara. (ful)