Polresta Banyuwangi Gagalkan Peredaran Ratusan Produk Kosmetik Ilegal

by -
https://live.staticflickr.com/65535/49164135701_9fa279bbb6_b.jpg
Satuan Reserse Krimimal (Satreskrim) Polresta Banyuwangi mengamankan produk kosmetik yang diduga mengandung bahan kimia berbahaya, dan tak dilengkapi izin edar dari Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). (Foto: arahjatim.com/ful)

Banyuwangi, ArahJatim.com – Satuan Reserse Krimimal (Satreskrim) Polresta Banyuwangi berhasil mengungkap peredaran kosmetik yang diduga mengandung bahan kimia berbahaya, Selasa (3/12/2019). Polisi juga berhasil mengamankan sedikitnya 570 botol kosmetik merek “Giora” yang tak dilengkapi izin edar dari Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Selain itu, polisi juga mengamankan dua orang wanita bernisial GVR dan VDP yang diduga berperan sebagai pemilik sekaligus pengedar kosmetik ilegal itu. Kosmetik jenis pemutih kulit, maupun bedak siang malam tersebut diedarkan pelaku melalui jejaring sosial media dan menyasar kalangan ibu-ibu muda yang ingin tampil beda dengan cara murah.

Peredaran kosmetik ilegal yang diduga mengandung bahan kimia berbahaya, atau mercury berhasil diungkap setelah polisi mencurigai banyaknya promo jual beli kosmetik pemutih yang dijual dengan harga di bawah standar melalui media sosial Instagram maupun Facebook. Setelah ditelusuri, ternyata kosmetik yang banyak diburu masyarakat dengan harga yang relatif murah ini tidak dilengkapi izin edar dari BPOM.

Dari pengakuan pelaku, produk ilegal dipasok dari seseorang yang berada di Surabaya melalui jasa kurir pengiriman barang. Kedua pelaku juga mengaku bahwa sudah sering kali menjual kosmetik ilegalnya kepada pelanggannya melalui jejaring media sosial.

Selain dari Banyuwangi, para pemesan kosmetik juga berasal dari beberapa daerah di wilayah Jawa Timur seperti, Jember, Lumajang hingga ke Pulau Madura. Untuk pengembangan lebih lanjut, kini kedua pelaku beserta barang bukti diamankan di Mapolresta Banyuwangi.

Selain mengamankan barang bukti, polisi juga mengamankan dua orang wanita bernisial GVR dan VDP yang diduga berperan sebagai pemilik sekaligus pengedar kosmetik ilegal itu. (Foto: arahjatim.com/ful)

“Kedua pelaku kami jerat dengan Undang-Undang Nomor 36 tahun 2009 tentang Kesehatan dengan ancaman hukuman maksimal 10 tahun penjara. Semua kosmetik tanpa ada kelengkapan surat dari BPOM ini sangat berbahaya, kami curigai kosmetik ini ada kandungan bahan kimianya,” kata AKBP Arman Asmara Syarifuddin, Kapolresta Banyuwangi.

Pihak kepolisian mengimbau kepada kaum wanita untuk berhati-hati dan tak mudah tergiur dengan harga kosmetik murah tanpa dilengkapi izin edar dari pihak BPOM. Dikhawatirkan, kosmetik pemutih yang hasilnya sangat instan malah berefek buruk bagi kulit jika digunakan secara terus menerus karena kandungan bahan kimia di dalamnya.

“Jangan mudah tergiur dengan harga murah kalau hasilnya malah merusak kulit. Maka dari itu kami mengimbau kepada ibu-ibu atau kaum wanita muda untuk hati-hati membeli kosmetik murah,” pungkas Kapolresta. (ful)