Meski Berstatus Pelajar SMP, Maling Cilik Ini Berhasil Membobol 11 Rumah

by -
https://live.staticflickr.com/65535/49167235406_d72cd947b4_b.jpg
MPA, pelaku pencurian perhiasan emas digiring petugas menuju ruang penyidik. (Foto: arahjatim.com/ful)

Banyuwangi, ArahJatim.com – Tim Buser Polresta Banyuwangi berhasil meringkus pencuri spesialis perhiasan emas dan barang berharga di rumah kosong. Meski masih berstatus pelajar Sekolah Menengah Pertama (SMP), pelaku sudah berhasil membobol rumah di 11 TKP berbeda hanya seorang diri.

Kasus pencurian ini terungkap setelah aksinya terekam kamera pengintai (CCTV) di salah satu rumah korbannya. Dalam rekaman video, pelaku yang berinisial MPA ini tampak berusaha mendorong pintu kamar korban untuk menguras barang berharga.

Namun aksinya gagal lantaran tidak menemukan barang berharga. Pelaku kemudian berjalan menuju dapur dan kembali ke ruang tamu. Saat kembali ke ruang tamu itulah wajah pelaku terdeteksi CCTV yang terpasang di rumah korban.

Meski sadar aksinya terendus CCTV, namun pelaku nekat melanjutkan aksinya dan berhasil menggasak belasan perhiasan emas dan handphone milik korban bernama Astuti, warga Desa Kedungrejo, Kecamatan Muncar. Akibat ulah maling cilik tersebut, korban mengalami kerugian hingga Rp 90 juta.

Kapolresta Banyuwangi AKBP Arman Asmara Syarifudin didampingi Kasat Reskrim dan Kanit Reskrim Polsek Muncar menunjukkan sejumlah barang bukti perhiasan emas. (Foto: arahjatim.com/ful)

Baca juga:

  • Polresta Banyuwangi Gagalkan Peredaran Ratusan Produk Kosmetik Ilegal.
  • Maling HP Ajudan Bupati Banyuwangi Diringkus Tim Buser Polsek Genteng.
  • Ini Dia Pelaku Onani Di Bilik ATM, Polisi Dalami Motifnya.

Dari hasil penyelidikan pihak kepolisian, pelaku yang masih berusia 14 tahun tersebut ternyata sudah berhasil membobol rumah di sebelas TKP berbeda. Hebatnya, pelaku selalu melakukan aksinya seorang diri saat mengetahui rumah para korban sedang kosong.

“Dari hasil penyelidikan, aksi pelaku berawal dari coba-coba saja atas kemauannya sendiri. Sukses melakukan aksi pertamanya, pelaku langsung ketagihan untuk melakukan aksi yang sama di lokasi yang berbeda. Pengakuan pelaku, uang hasil curian ia gunakan sendiri untuk memperkaya diri,” ungkap AKBP Arman Asmara Syarifuddin, Kapolresta Banyuwangi, Selasa (3/12/2019).

Karena pelaku masih di bawah umur, proses pemeriksaan akan dikoordinasikan dengan pihak Bapas dan KPAI. Atas perbuatannya, pelaku  dijerat dengan pasal 363 ayat (1) ke 5-e KUHP tentang pencurian. Polisi juga menerapkan Undang-Undang nomor 11 tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Anak atas kasus tersebut.

“Proses selanjutnya kami akan berkoordinasi dengan pihak Bapas di Jember dan KPAI. Karena pelaku masih di bawah umur, perlu pendampingan,” pungkanya. (ful)