Dipercaya Bisa Tingkatkan Stamina Pria, Kuliner ‘Sangar Tawon Endas’ Ramai Diburu Warga

by -

Banyuwangi, Arahjatim.com – Kehadiran tawon kepala atau orang biasa menyebutnya dengan ‘tawon endas’ banyak ditakuti oleh masyarakat luas. Sengatannya yang terkenal mematikan juga sudah banyak memakan korban.

Nah, jika di daerah lain serangga tawon endas ditakuti orang-orang, di Banyuwangi, sarang tawon endas justru diburu oleh warga untuk diolah menjadi masakan yang lezat.

Untuk menghidangkan kuliner ekstrem “sangar tawon endas” tidaklah sulit. Beberapa bumbu masakan yang harus disiapkan di antaranya, cabai, tomat, bawang merah beserta daunnya, lalu penyedap masakan lainnya seperti garam dan gula serta santan.

Bumbu-bumbu sederhana tersebut kemudian dihaluskan kemudian dimasak bersama santan yang sudah mendidih. Menunggu bumbu matang, larva tawon endas dan indukan tawon kemudian direbus selama lima menit untuk memisahkan kotorannya.

Baca juga:

Bila dirasa sudah bersih, tawon setengah matang tersebut lalu dimasukkan ke dalam bumbu dan campuran santan yang telah dipanaskan. Setelah 20 menit, masakan sangar tawon endas siap dihidangkan.

“Untuk masak sangar tawon endas ini bumbunya sangat mudah kok, pasti ada semua di dapur kita. Menu sangar tawon endas memang tidak dijual di warung-warung, karena tidak setiap hari ada tawon. Biasanya tawon endas dimasak di kampung-kampung saat kumpul-kumpul begini,” kata Siti Aisyah, juru masak tawon endas.

Bagi warga Banyuwangi, masakan ‘sangar tawon endas’ tidak hanya disajikan sebagai hidangan untuk mengganjal perut saja, lebih dari itu, warga mempercayai bahwa ‘tawon endas’ yang sudah dimasak konon memiliki khasiat yang bisa menambah stamina dan tenaga utamanya untuk kaum pria.

“Kalau orang Banyuwangi menemukan sarang tawon endas seperti nemu emas, bukannya dibasmi kadang malah ditunggu besar dulu terus dipanen untuk dimasak. Konon memang biasa untuk menambah stamina setelah makan tawon endas,” ujar Mura’i warga Desa Gumirih.

Berburu tawon endas memang tidak sembarang orang bisa melakukannya. Namun di Desa Gumirih, Kecamatan Singojuruh ada beberapa orang yang sudah berpengalaman memanen tawon endas.

Jika medannya sangat sulit, pemburu tawon endas harus menggunakan asap untuk mengusir tawon-tawon yang ada di dalam sarang kemudian mengambil sarangnya. Tetapi jika medannya mudah, pemburu tawon endas cukup menutup sarang tawon dengan karung agar sarang bisa dipanen untuk kemudian diolah menjadi masakan.

“Biasanya tawon ndas ini bersarang-sarang di pohon-pohon yang ada di hutan. Meski terlihat mudah, tapi tetap harus berhati-hati kalau memanen tawon ndas ini biar kita tidak tersengat. Jangan coba-coba kalau masih belum berpengalaman,” kata Suradi, pemburu tawon ndas asal Desa Gumirih. (ful)