Operasi Gabungan Kabupaten Bangkalan Demi Tanggulangi Covid-19

oleh -

Bangkalan, Arahjatim.com – Dalam pengamanan Covid-19 sedikitnya 70 personel gabungan Polres, Kodim 0829, Satpol PP, dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bangkalan kembali menggelar patroli skala besar di sejumlah lokasi kerumunan warga di kawasan Kota, Selasa (24/3/2020) malam.

Puluhan personel itu dibagi menjadi dua tim. Tim pertama di bawah kendali Kapolres Bangkalan AKBP Rama Samtama Putra menyusuri jalur-jalur protokol kota. Sementara tim kedua dipimpin Wakapolres Bangkalan Kompol Deky Hermansyah menuju kawasan Universitas Trunojoyo Madura.

Tidak seperti pada gelar patroli pertama, Senin (23/3/2020) malam, suasana Kota Bangkalan tidak seramai malam-malam sebelumnya. Halaman Stadion Gelora Bangkalan yang selama ini menjadi pusat keramaian, kuliner, dan hiburan masyarakat tampak lengang.

Kendati demikian, masih ditemukan beberapa titik kerumunan warga. Seperti di salah satu kafe di depan RSU Anna Medika di Jalan RE Martadinata.

“Anda telah melanggar aturan pemerintah. Jadi sekali lagi, tinggalkan tempat. Saya hitung mundur, 5, 4, 3, …,” tegas Kabag Ops Polres Bangkalan Kompol Wahyudi melalui pengeras suara di pelataran cafe.

Kontan saja, imbauan tegas tersebut membuat para pengunjung kalang kabut. Mereka serentak menuju meja kasir.

Penyisiran dilanjutkan menyusuri Jalan Sidingkap, Jalan KH Zainal Alim, Teuku Umar, dan Soekarno-Hatta. Di jalan Teuku Umar, rombongan petugas berhenti lantaran masih mendapati tiga titik kerumunan warga.

Kapolres Bangkalan AKBP Rama Samtama Putra turun menemui warga untuk memberikan imbauan dan beberapa lembar kertas putih bertuliskan, ‘Saya akan di rumah aja.

“Kewajiban kami untuk segera mengambil langkah tegas terhadap kerumunan-kerumunan massa yang ada di kota,” ungkapnya.

Rama Samtama Putra mengimbau pengunjung kafe di Jalan Teuku Umar untuk segera kembali ke rumah, Selasa (24/3/2020) malam.

Bersama Rama, turut pula Bupati Bangkalan RK Abd Latif Amin Imron dan Dandim 0829 Bangkalan Letkol Kav Ari Setyawan Wibowo.

Rama menjelaskan, masyarakat sekalipun para petugas keamanan tidak pernah bisa menduga kapan virus corona atau Covid-19 menular.

“Maka yang bisa kami lakukan adalah mengimbau, membubarkan keramaian agar segera pulang dan kembali ke rumah,” jelasnya.

Ia menyatakan, langkah tegas ditempuh mengingat perkembangan terkait penyebaran Covid-19 sudah cukup masif. Di mana telah diumumkan pada Selasa sore, sedikitnya 686 jiwa di Indonesia dinyatakan positif Covid-19.

Karena itu, lanjutnya, imbauan malam ini teknisnya sedikit berbeda dari gelar patroli pada malam sebelumnya.

“Seandainya ada warga tidak patuh, ada piranti undang-undang yang mendukung pelaksanaan tugas malam ini,” tegasnya.

Tahapan melalui imbauan selebaran Kapolri, intruksi pemerintah sudah sampaikan, hari ini sedikit ada penegasan saling mengingatkan. Namun sejauh ini Rama merasa hal tersebut belum perlu dilakukan karena masyarakat telah sadar demi keselamatan bersama.

Bupati Bangkalan RK Abd Latif Amin Imron mengingatkan masyarakat untuk tidak menyepelekan wabah Covid-19 yang sudah menelan banyak korban jiwa.

“Virus corona betul-betul mematikan. Masyarakat harus paham betul dengan kondisi saat ini,” jelasnya.

Ia menambahkan, pihaknya terus memantau perkembangan penyebaran Covid-19 di Kabupaten Bangkalan. Sejauh ini, lanjutnya, Bangkalan negatif corona dan tetap dalam kondisi demikian.

“Ini semua sebagai bentuk ikhtiar dengan tingkatkan kewaspadaan agar Bangkalan tetap aman dari corona,” pungkasnya.

Sekedar diketahui, update Peta Sebaran Covid-19 per 24 Maret 2020 dari Dinas Informasi dan Komunikasi Kabupaten Bangkalan mencatat sebanyak 530 warga Bangkalan berstatus Orang Dalam Resiko (ODR) Covid-19.

Angka tersebut lebih tinggi dari hari sebelumnya yang berada di angka 288 jiwa. Sementara Orang Dalam Pengawasan (ODP) Covid-19 sejumlah 58 orang, sebelumya masih tercatat 16 orang.

Angka ini diprediksi akan terus meningkat jika warga tidak sadar diri akan berbahayanya virus corona yang mewabah akhir-akhir ini, sikap tenang dan tak peduli membuat pertumbuhan virus menjadi semakin masif.

(Fik)