Oknum Kepala Sekolah di Bangkalan Ditetapkan Sebagai Tersangka Pelaku Kejahatan Seksual

oleh -

Bangkalan, Arahjatim.com – Laporan kasus dugaan pelecehan seksual yang diduga dilakulan oleh salah satu oknum kepala sekolah di salah satu lembaga pendidikan swasta di Kecamatan Klampis, Kabupaten Bangkalan. Kini diambil alih oleh Satreskrim Polres Bangkalan.

Korban berinisial NS (24) yang juga berprofesi sebagai Kepala Sekolah di lembaga pendidikan di Kecamatan Klampis, datang ke Mapolres Bangkalan didampingi sang kakak untuk menyerahkan barang bukti (BB) satu buah Handphone merk Oppo A9 serta baju sobek.

Saat diwawancarai awak media, korban mengaku bahwa kedatangannya ke Mapolres Bangkalan untuk menyerahkan BB kasusnya.

“Iya mas, saya diminta datang kesini untuk menyerahkan HP sebagai barang bukti katanya,” akunya saat ditemui usai keluar dari Kanit Pidum Satreskrim Polres Bangkalan.

Sebelumnya, korban juga sudah menyerahkan baju yang dikenakannya pada saat kejadian tepatnya pada hari Rabu 6 Juni 2020 yang lalu.

“Rabu kamarin baju saya yang masih ada sobekannya juga diminta sebagai barang bukti,” imbuhnya.

Sejatinya, kejadian pelecehan seksual yang menimpa NS terjadi pada bulan Juni 2020 yang lalu yang diduga dilakukan oleh oknum Kepala Sekolah yang juga menjabat sebagai ketua MKKS swasta di Kecamatan Klampis.

Modus yang digunakan pelaku dengan menelpon korban dan memintanya datang ke sekolah dengan alasan untuk melengkapi berkas kelulusan siswa. Namun ketika NS tiba sekolah yang dituju dalam kondisi kosong melompong.

Kini, kasus pelecehan seksual tersebut sudah ditangani Satreskrim Polres Bangkalan dan pelaku sudah ditetapkan sebagai tersangka.

Pelaku sudah sempat dilakukan pemanggilan. Namun, pada panggilan pertamanya pelaku tidak hadir dan kemudian akan dilakukan pemanggilan untuk kedua kalinya.

Sementara itu Kasatreskrim Polres Bangkalan, Agus Soebarnapraja menuturkan bahwa laporan dugaan kasus pelecehan seksual, penyidik sudah menetaplan status terlapor menjadi tersangka.

“Kasus ini sudah dilimpahkan pada kami dan penyidik sudah menetapkan status terlapor menjadi tersangka. Cuman penahanan masih belum kami lakukan karena itu kewenangan penuh dari penyidik,” tuturnya. (fat/rd/fm)