Tinggal di Gubuk Reyot, Nenek 83 Tahun Tidak Tersentuh Bantuan Pemerintah

oleh -
Mbah Suginem duduk di depan gubuk reyotnya. (Foto: arahjatim.com/mua)

Blitar, ArahJatim.com – Ironi kemiskinan di wilayah Kabupaten Blitar seakan tidak pernah ada hentinya. Problem kemiskinan bagi wong cilik terus mendera, kesan ketidakhadiran pemerintah daerah Blitar pada masyarakat miskin terus terulang dari tahun ke tahun.

Memasuki usia 696 tahun, Pemkab Blitar masih saja berkutat pada cerita masyarakat miskin yang tidak tersentuh bantuan.

Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, Hari Jadi Kabupaten Blitar yang selalu diperingati secara meriah, tahun ini dirayakan secara sederhana. Hal ini akibat belum sirnanya pandemi Covid-19.

Bertolak belakang dengan klaim keberhasilan yang sering digembar-gemborkan, bahwa pemerintah sudah mengayomi seluruh masyarakat. Di usianya yang ke-696 tahun, masih ada warga Blitar yang hidup di bawah garis kemiskinan.

Seperti Mbah Sagiyem, nenek berusia 83 tahun, warga Dusun Dawung Desa Pagerwojo Kecamatan Kesamben Kabupaten Blitar. Di tengah peringatan hari jadi Pemkab Blitar, Mbah Suginem masih mengalami nasib yang miris. Sudah 30 tahun ia tinggal di gubuk bambu reyot berukuran sekitar 3 x 5 meter.

Ditemui di rumahnya, Mbah Suginem mengaku harus berjibaku sendiri untuk mencari sesuap nasi. Setiap hari Mbah Suginem mencari kayu bakar di sekitar rumahnya untuk dijual kepada para tetangganya.

“Saya awalnya tinggal sendiri. Tapi anak saya yang pertama sekarang tinggal bersama sejak awal tahun karena berpisah dengan istrinya,” ujar Mbah Suginem dengan berlinang air mata.

Mbah Suginem mempunyai dua orang anak. Selama ini ia mengaku hanya mendapat bantuan beras bansos Covid-19. Sedangkan bantuan lainnya tidak pernah ia dapatkan. Padahal sudah seringkali ia mengajukannya melalui pihak desa.

“Harapan saya, ya dapat bantuan dari pemerintah. Saya sudah beberapa kali mengajukan ke pihak desa, tapi hingga saat ini belum ada tanggapan sama sekali. Hanya bantuan bansos Covid-19 yang saya terima,” tandasnya.

Saat dikonfirmasi terkait kondisi warganya, Kepala Desa Pagerwojo Kecamatan Kesamben, Mujiadi mengaku sudah mengusulkan bantuan ke Pemda, namun hingga saat ini masih menunggu. Pihaknya dijanjikan akan mendapat bantuan tahun anggaran 2021 karena saat ini masih fokus menangani wabah Covid-19.

 “Kita sudah usulkan. Tapi masih menunggu anggaran tahun depan,” imbuhnya. (mua)