Janjikan Korban Masuk Polri, Dua Pria Ngaku Waka Polda & Kanit Polda Jatim Dicokok Polisi

oleh -
Dua pelaku penipuan rekrutmen Polri diamankan di Mapolsek Gurah, Kediri. (Foto: ArahJatim.com/das)

Kediri, ArahJatim.com – Petugas unit Reskrim Polsek Gurah berhasil membongkar kasus penipuan rekrutmen Polri. Kedua pelaku yang kini diamankan di Mapolsek Gurah itu ialah Heri Purnomo (37) warga Dusun Turi Desa Margopatut Kecamatan Sawahan Kabupaten Nganjuk dan Hariyanto alias Hariyono (33) warga Desa Gadungan Kecamatan Wates Kabupaten Kediri.

Penangkapan kedua pelaku itu bermula dari laporan Siti Mujiatun (46) warga Dusun Krajan Lor Desa Wonojoyo Kecamatan Gurah Kabupaten Kediri. Korban datang ke Mapolsek Gurah pada, 28 Januari 2019 lalu.

Korban merasa tertipu oleh kedua pelaku karena anak korban yang bernama Arif Zahro dijanjikan bisa masuk sebagai anggota Polri tanpa tes.

“Setelah kami lakukan penyelidikan akhirnya kedua pelaku kami amankan kemarin, Selasa (19/2/2019). Mereka kita amankan di tempat berbeda satu di rumah satu di pinggir jalan,” tutur Kapolsek Gurah AKP Sulistyo Pujayanto, Rabu (20/2/2019).

Baca juga:

Modus kedua pelaku dalam melakukan aksi penipuan terhadap korbannya yaitu mengaku-aku sebagai Waka Polda Jatim dan Kanit Polda Jatim. Bahkan ia menjanjikan kepada korban tidak ada tes di Polri. Selain itu juga korban dijanjikan dimasukkan di anggota Mabes Polri.

“Hariyanto ini mengaku Waka Polda Jatim dan Heri Purnomo mengaku sebagai Kanit Polda Jatim,” terang AKP Sulistyo.

Diungkapkan Kapolsek Gurah, peristiwa itu bermula saat Hariyanto dan Heri Purnomo menghubungi korban. Korban dimintai uang sebesar Rp 100 juta untuk masuk sebagai anggota Polri tanpa tes pendidikan dan tanggal 31 Januari 2019 korban akan dilantik di Mabes Polri sebagai anggota Polisi.

Korban yang dimintai uang senilai Rp 100 juta tidak sanggup dan hanya sanggup membayar Rp 25 juta.

“Kedua pelaku sudah menerima uang Rp 13 juta dengan kesepakatan Rp 25 juta yang dijanjikan,” jelas Kapolsek Gurah.

Ibu korban, Siti Mujiatun yang merasa tertipu akhirnya memilih jalur hukum terhadap kedua pelaku. Pasalnya korban ditipu oleh kedua pelaku jika anaknya akan dilantik sebagai anggota Polisi di Mabes Polri.

“Pelaku saat ini kita amankan dan masih kita mintai keterangan. Kemungkinan ada korban lainnya. Kedua pelaku kami jerat pasal 378 KUHP dengan ancaman hukuman kurungan maksimal 4 tahun penjara,” ungkap AKP Sulistyo.

Dari hasil penangkapan kedua pelaku petugas juga mengamankan barang bukti berupa, 3 ponsel, dokumen ijazah asli milik korban, dokumen palsu milik korban, 1 borgol, 1 sepeda motor, 1 unit mobil, 2 celana panjang warna biru dan coklat. (das)