
Blitar, ArahJatim.com – Perayaan Hari Raya Imlek bagi masyarakat Tionghoa terasa belum lengkap tanpa kue keranjang. Kue yang menjadi ciri khas imlek ini merupakan sajian turun-temurun yang selalu ada di setiap perayaan Imlek.
Menjelang Imlek, di Kota Blitar permintaan kue yang mirip dodol ini tak kalah meningkat dibanding daerah lain. Salah satunya produsen kue keranjang Omaku di Jalan Melati Kota Blitar. Produksi kue keranjang di toko kue ini dimulai sejak lima hari sebelum Hari Raya Imlek. Hingga lima belas hari setelah Hari Raya Imlek.
Baca juga:
- Kelezatan Strudel Pisang Lumajang Terasa Hingga Ke Jakarta.
- 80 Pelaku Usaha Kecil Kabupaten Kediri Ikuti Pameran UMKM di SLG.
- Kediri Food Vaganza Manjakan Pecinta Kuliner di Simpang Lima Gumul.
Endang Sulasti pengelola toko kue mengatakan, dalam sehari toko kuenya memproduksi 5 hingga 10 kilogram kue keranjang.
“Biasanya kue keranjang ini digunakan untuk suguhan dan persembahan,” ungkap Endang, Senin (4/2/2019).
Endang menuturkan, cara pembuatan kue berbahan dasar tepung ketan dan gula merah ini adalah diolah dengan cara dikukus. Proses membuat kue ini harus teliti agar adonan tidak mudah gosong.

Awalnya gula putih dimasak hingga encer. Kemudian dituang ke dalam tepung dan diaduk hingga rata. Kemudian dimasukan ke dalam wadah yang dilapisi daun pisang dan dikukus hingga matang.
“Cara membuatnya memang cukup lama dan harus teliti agar hasilnya tidak gosong,” paparnya.
Kue keranjang ini tidak hanya dari bentuknya yang khas tetapi memang wajib ada sebagai sajian dalam peribadatan, dibagikan kepada saudara, atau bahkan pada tetangga. (mua)











