Prediksi Bisnis di Tahun Kerbau Logam

oleh -

Surabaya, ArahJatim.com – Memasuki tahun 2021, pandemi Covid-19 belum juga berakhir, ini tentu berimbas pada semua lini, termasuk perekonomian. Apalagi menjelang Tahun Baru Imlek yang sebentar lagi akan dihelat.

Berbicara tentang Imlek tentu tak akan lepas dari tahun dan bulan yang khas dari Tahun Cina. Seperti saat ini yang tengah memasuki Tahun Cina Kerbau Logam. Jika berbicara mengenai bisnis terdapat beberapa sektor bisnis yang prospeknya bagus di tahun ini, salah satunya sektor kesehatan.

Namun perlu diingat, menurut Suhu Kiong, tetua Kelenteng Hong Tiek Hian yang merupakan Kelenteng tertua di Surabaya ini mengatakan langit tahun ini adalah logam negatif dan buminya adalah kerbau tanah.

“Kerbau emas membawa hawa tanah, ya seperti diketahui kerbau kalau hubungannya dengan tanah pasti membajak dan harus bekerja keras,” jelasnya.

Menurut Suhu Kiong, karena logamnya negatif, apa yang dikerjakan hari ini belum tentu bisa dinikmati di tahun ini pula. Maka dari itu pentingnya mengumpulkan dan membajaknya dengan baik dan hati-hati sehingga bisa mendapatkan keuntungan di tahun yang akan datang.

Suhu Kiong memaparkan soal prospek bisnis di tahun kerbau logam ini, yang masih menjanjikan adalah sektor kesehatan. Menurutnya, kondisi tahun ini masih tetap membutuhkan effort berlebih, sehingga siapa yang tidak bisa berinovasi mengikuti kondisi akan kesulitan.

Selain itu, prospek bisnis properti sebenarnya juga cukup menarik. Namun, Suhu Kiong mengingatkan bahwa di sektor ini banyak jebakan.

“Awal tahun sampai Juli 2021 banyak yang bankrut sehingga harus betul hati-hati,” jelasnya.

Sektor lainnya yang juga menurut Suhu Kiong punya prospek yang cemerlang, adalah sektor makanan. Adapun untuk jangka panjang, Suhu Kiong menilai sektor batu bara juga punya prospek bisnis yang menarik.

Salah satu pesan dari Suhu Kiong untuk menghadapi tahun sulit seperti ini haruslah berhati-hati karena masa sulit seperti ini juga dirasakan oleh semua orang di seluruh dunia. Negara-negara maju pun turut mengalami krisis saat masa sulit ini. Maka butuh daya kemampuan sendiri yang nyata.

“Orang sukses tidak perlu gaya, terkenal, dan dihargai. Yang ia butuhkan adalah hidup tersenyum, gembira, dan tenteram,” kata Suhu Kiong.

Suhu Kiong menambahkan untuk bisa bertahan di masa pandemi ini, dirinya bersama keluarga Kelenteng Hong Tiek Hian sering berbagi kepada sesama supaya selalu dalam lindungan dewa. (fm)