Krisis Air Bersih, Polisi Bantu Dropping Warga Terdampak Kekeringan

oleh -

Lumajang, ArahJatim.com – Bencana kekeringan yang melanda 22 Desa di enam kecamatan di Lumajang membuat aparat kepolisian setempat bergerak cepat membantu warga terdampak dengan memberikan bantuan air bersih. Selain menggunakan mobil tangki air, polisi juga mengerahkan mobil watercanon untuk pendistribusian air, Kamis (10/9/2020).

Salah satunya di Desa Kedawung, Kecamatan Padang, polisi dengan rutin memberikan bantuan air bersih kepada warga yang mengalami kesulitan air bersih.

“Ini merupakan bentuk kepedulian kami, karena kesulitan air bersih kali ini berbarengan dengan pandemi (Covid-19) mas,” ungkap Kapolres Lumajang, AKBP Dedy Foury Millewa saat dikonfirmasi sejumlah awak media.

Sambil menyalurkan bantuan air bersih, polisi juga memanfaatkan kegiatan ini untuk melakukan sosialisasi pentingnya penggunaan masker di tengah pandemi Covid-19.

“Kami sekalian membagikan beberapa masker dalam rangka sosialisasi inpres nomor 6 tahun 2020. Sebab di tengah kurangnya air ini masyarakat tidak boleh lalai akan pentingnya memakai masker,” pungkasnya.

Sementara itu, fenomena krisis air bersih ini telah terjadi sejak tiga tahun terakhir bahkan bantuan dari pemerintah berupa tandon air tak mampu mencukupi kebutuhan air warga.

“Ada sih mas bantuan dari Baznaz dan BPBD, tapi tidak cukup untuk kebutuhan kami, ujar Kepala Desa Kedawung, Bawon.

Ia juga berharap, pemerintah setempat sesegera mungkin melakukan langkah strategis dalam mengatasi persoalan air, yang dari tahun ke tahun terus terjadi.

“Harapan kami semoga pemerintah bisa menyelesaikan masalah air ini sampai ke akar-akarnya”, harap Bawon.

Berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lumajang, sedikitnya terdapat 22 desa di enam kecamatan yang mengalami kesulitan air bersih. Pemerintah sementara ini hanya mampu melakukan dropping air bersih menggunakan empat unit mobil tangki. (rokhmad)