Karena Sirene Perlintasan Tak Berbunyi, Sebuah Sedan Ringsek Dihantam KA

oleh -
https://live.staticflickr.com/65535/49491184186_cc1340b573_b.jpg
Akibat dihantam kereta api Mutiara Timur jurusan Banyuwangi–Surabaya, mobil sedan bernomor polisi DK-1156-QW ini ringsek di bagian depan, namun beruntung sang sopir selamat. (Foto: arahjatim.com/ful)

Banyuwangi, ArahJatim.com – Sebuah kecelakaan kembali terjadi di perlintasan kereta api tanpa palang pintu di Kelurahan Klatak, Kecamatan Kalipuro, Banyuwangi. Sebuah mobil sedan yang melintas di perlintasan itu ditabrak kereta api Mutiara Timur jurusan Banyuwangi–Surabaya, Rabu (5/2/2020) siang.

Akibat kecelakaan tersebut, mobil sedan bernomor polisi DK-1156-QW yang dikemudikan Sugiyanto, warga Lingkungan Wangkal, Kelurahan Kalipuro, mengalami ringsek di bagian depannya. Sedangkan sang pengemudi selamat dari maut, dan hanya mengalami luka lecet.

Tim Unit Laka Lantas Polresta Banyuwangi dan warga yang datang ke lokasi kejadian langsung mengevakuasi kendaraan yang ringsek ke tepi jalan agar tidak menganggu pengguna jalan lainnya.

Baca juga:

Menurut keterangan sang pengemudi, kecelakaan bermula ketika mobil yang ia kemudikan melintas dari arah barat menuju ke timur. Sesampainya di lokasi kejadian, sang sopir tidak menyadari ada kereta api akan melintas. Sebab sirene peringatan tanda bahaya tidak berbunyi. Lantaran tidak sempat menghindar, mobil langsung diihantam kereta api Mutiara Timur yang melaju kencang dari arah utara menuju ke selatan, hingga body mobil mengalami ringsek di bagian depan.

“Saya itu enggak tahu kalau ada kereta api, soalnya sirene tidak berbunyi. Waktu hampir dekat di rel, saya baru tahu kalau ada kereta melintas. Saya sempat memundurkan mobil, tapi di belakang ada motor. Jalannya juga menanjak, jadi saya pasrah dan ditabrak. Alhamdulillah saya tidak apa-apa, waktu ditabrak saya masih di dalam kendaraan,” kata Sugiyanto, sopir mobil sedan di lokasi kejadian.

Seharusnya sirene di perlintasan ini berbunyi sebelum kereta api melintas, namun karena sedang rusak, sirene baru berbunyi setelah kereta api lewat. (Foto: arahjatim.com/ful)

Belakangan diketahui, selain karena sopir kurang hati-hati, ternyata sirene tanda bahaya yang ada di perlintasan kereta api itu juga sedang rusak.

Seharusnya sirene di perlintasan itu berbunyi sebelum kereta melintas, namun karena sedang rusak, sirene baru berbunyi setelah kereta api lewat.

Saat ini, kecelakaan masih ditangani tim Unit Laka Lantas Polresta Banyuwangi. Terkait tidak berbunyinya sirene saat kereta api akan melintas, tim Unit Laka Lantas Polresta Banyuwangi akan berkoordinasi dengan pihak Dishub Kabupaten Banyuwangi dan PT. Kereta Api Indonesia (KAI) selaku pihak yang bertanggung jawab atas kerusakan agar segera melakukan perbaikan sirene.

“Kita akan koordinasikan dengan pihak Dishub dan PT KAI terkait sirene yang yang diduga error (rusak). Selain itu kecelakaan ini juga disebabkan karena kurang kehati-hatian sang sopir,” kata Iptu Ardhi Bita Kumala, Kanit Laka Polresta Banyuwangi di lokasi kejadian. (ful)