Pemkab Kediri Adakan Penyuluhan Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap di Desa Pagung

oleh -

Kediri, ArahJatim.com – Warga Desa Pagung, Kecamatan Semen, Kabupaten Kediri, mendapat Penyuluhan terkait Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) yang menjadi program Presiden Jokowi. Penyuluhan dilakukan oleh Kantor ATR/BPN Kabupaten Kediri, di Balai Desa Pagung, Kamis (30/1/2020).

Ucok Supramono Rajab, Ketua Tim 2 Penyuluh dari Kantor ATR/BPN Kabupaten Kediri, usai acara menjelaskan bahwa wilayah Kabupaten Kediri ini dibagi menjadi lima tim penyuluh yang masing-masing tim sudah ditetapkan desanya.

“Tim 2 ini, meliputi Desa Pagung, Titik, dan Bobang, Kecamatan Semen. Kemudian Desa Ngadi Kecamatan Mojo, dan Desa Dukuh Kecamatan Ngadiluwih,” kata Ucok.

Menurut Ucok, PTSL ini sangat penting bagi warga karena untuk memberikan kepastian hukum atas tanah. Selama ini, masalah tanah sering kali memicu terjadinya sengketa dan perseteruan di berbagai wilayah di Indonesia, termasuk di Kabupaten Kediri ini.

“Hal itu membuktikan pentingnya sertifikat tanah sebagai tanda bukti hukum atas tanah yang dimiliki,” tambah Ucok.

Masih menurut Ucok, lambannya proses pembuatan sertipikat tanah selama ini menjadi perhatian pemerintah. Dan untuk menanggulangi permasalahan tersebut, pemerintah melalui Kementerian ATR/BPN telah meluncurkan Program Prioritas Nasional berupa Percepatan Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL).

PTSL, lanjut Ucok, adalah proses pendaftaran tanah untuk pertama kali, yang dilakukan secara serentak dan meliputi semua objek pendaftaran tanah yang belum didaftarkan di dalam suatu wilayah desa atau kelurahan atau nama lainnya yang setingkat dengan itu. Melalui program ini, pemerintah memberikan jaminan kepastian hukum atau hak atas tanah yang dimiliki masyarakat.

“Program penyuluhan PTSL tahun 2020 di desa Pagung dengan target 2.300 orang. PTSL ini dikhususkan untuk tanah-tanah yang belum bersertifikat. Selain di Pagung, penyuluhan juga dilakukan di desa lain di Kabupaten Kediri. Sampai saat ini masih 40 persen desa yang sudah mendapat penyuluhan ini dan sisanya akan dirampungkan sampai tahun 2024,” pungkas Ucok. (das)