KA Mutiara Timur Tabrak Isuzu Panther, Seorang Ibu Tewas, Anak Balita Kritis

oleh -
https://live.staticflickr.com/65535/48853883638_187ffc68f7_b.jpg

Banyuwangi, ArahJatim.com – Kecelakaan terjadi di perlintasan kereta api tanpa palang pintu di Dusun Sidodadi, Desa Tegalharjo, Kecamatan Kalibaru, Banyuwangi, Minggu (6/10/2019) sore. Sebuah minibus jenis Isuzu Panther berpenumpang satu keluarga ringsek ditabrak kereta api Mutiara Timur.

Menurut penuturan Brigadir Yoki Saputro, petugas Laka Lantas Polsek Kalibaru, kecelakaan terjadi saat kendaraan minibus yang dikendarai Saini bersama keluarganya, warga Dusun Kampung Baru, Desa Margomulyo, Kecamatan Glenmore melintas di sebuah perlintasan kereta api tanpa palang pintu dari arah selatan ke utara.

Di saat bersamaan, muncul kereta api jurusan Surabaya – Banyuwangi, bernomor loko CC 2019201 melintas dengan kecepatan cukup kencang dari arah barat ke timur sambil membunyikan klakson sebanyak tiga kali.

Namun, minibus warna biru bernopol DK 1734 BD tersebut tetap saja melaju melintasi rel kereta api. Nahas, karena tak sempat menghindar, tabrakan maut pun terjadi. Benturan yang cukup kuat membuat minibus berisi satu keluarga terpental sejauh 20 meter ke ladang cabai milik warga hingga membuat bodi kendaraan dibagian depan ringsek.

Warga yang mengetahui kecelakaan tersebut langsung memberikan pertolongan untuk selanjutnya mengevakusi korban ke RS Bakti Husada Krikilan bersama pihak kepolisian. Seorang penumpang yang duduk di sebelah kiri sopir bernama Hesti Wijaya Ningrum terluka cukup parah di kepala.

Korban yang tak lain istri sang sopir, akhirnya meninggal dunia dalam perjalanan menuju rumah sakit. Sedang anak balitanya, yang dalam pangkuan sang ibu kondisinya kritis dan harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit. Sedangkan sang sopir hanya mengalami luka lecet di dahi sebelah kiri.

”Kecelakaan terjadi di perlintasan tanpa palang pintu. Kendaraan Panther ini kurang hati-hati. Saat ada kereta lewat dari arah barat ke timur menuju Banyuwangi mobil itu tetap saja melaju meski masinis sudah membunyikan klakson. Ada tiga penumpang di dalam mobil, sopir luka lecet, balita terluka di kepala dan patah tulang kaki. Sementara satu penumpang lainnya meninggal dunia di perjalanan ke rumah sakit. Korban tewas berjenis kelamin perempuan,” ungkap Brigadir Yoki Saputro, Petugas Unit Lantas Polsek Kalibaru di loksi kejadian.

Sementara itu, pihak Unit Laka Lantas Polres Banyuwangi yang menangani kasus tertabraknya minibus hingga kini masih melakukan penyelidikian untuk mengetahui penyebab pasti kecelakaan. Berdasar olah TKP pihak kepolisian diketahui, kendaraan  dan jalan raya dalam kondisi baik.

Polisi memastikan, kecelakaan terjadi lantaran sang sopir lalai dan kurang berhati-hati saat melewati perlitasan kereta api tanpa palang pintu meski kereta api sudah membunyikan klaksonnya.

“gar musibah serupa tidak kembali terjadi, kami imbau kepada masyarakat untuk hati-hati, toleh kanan kiri sebelum lewat di perlintasan KA tanpa palang pintu,” imbau Iptu Ardi Bita Kumala, Kanit Laka Polres Banyuwangi. (ful)