Kediri, ArahJatim.com – Beragam lembaga dan lintas komunitas bersepakat memohon kepada Presiden RI, Panglima TNI, Kapolri dan MPR RI untuk bersama-sama seluruh rakyat Indonesia mendoakan Konferensi Tingkat Tinggi G-20 dan Pemilu serentak 2024 berjalan selamat dan sukses. Inilah kesepakatan pada malam tasyakuran Hari Pancasila dan Hari Lahir Bung Karno dirumah masa kecil Presiden RI Situs Ndalem Pojok Persada Sukarno Ds. Pojok Kec. Wates Kab. Kediri. Minggu-Senin, 05-06 Juni 2022.
Permohonan ini disepakati secara aklamasi dihadapan Ketua DPRD Kabupaten Kediri, Ketua KPU Kabupaten Kediri, Ketua Bawaslu Kabupaten Kediri, Perwakilan Polres Kab. Kediri serta undangan yang lain. Beberapa saat diujung sarasehan kebangsaan menjelang acara puncak doa bersama yang bertema “Yakin Keajaiban Tuhan YME. Indonesia Imam Perdamaian Dunia. Suksekan G-20 dan Pemilu Serentak 2024 dengan Doa Lintas Agama dan Keyakinan”.
“Kami sangat bersyukur kepada Allah Tuhan Yang Maha Berkah dan Maha Rahmat atas keajaiban semalam. Tidak menyangka semua tiba-tiba bersepakat secara aklamasi. Saya sampai meneteskan air mata, kami yakin hal ini tak lepas karena kehendakNya,”aku Suhardono Ketua Panitia. Senin, 06 Juni 2022.
Awalnya ada beberapa peserta sarasehan yang mengeluhkan masih adanya sebagaian orang yang menyoal Pancasila dan ingin mengganti dengan dasar lain, padahal jelas Pancasila sudah final. “Lantas apa tindakan kita terhadap kelompok ini?,” ajar Ki Maryani sesepuh Blitar tanpa menyebut kolompok dimaksud.
Ketua DPRD kemudian menjawab bahwa dirinya bersepakat agar Pancasila benar ditegakkan agar tidak ada lagi warga yang gagal faham.
“Kabupaten Kediri telah merumuskan peraturan untuk menanamkan kembali nilai-nilai Pancasila dalam pendidikan. Jadi kami sepakat Pancasila memang harus kita bumikan,” ujar Dodi Purwanto Ketua DPRD Kab. Kediri disambut tepuk tangan.
Sekjen DPP PCTA Indonesia pun langsung menanggapi dan menguatkan. Spontan ia mengajak semua hadirin berdiri meneriakkan yel-yel.
“Mari semua berdiri. Kalau saya meneriakkan Pancasila mohon dijawab, hidup, sambil tangan didada. Kedua saya terikkan Pancasila, jawab jaya, sambil tangan mengepal keatas. Ketiga saya teriakkan Pancasila, jawab lagi, lestari, sambil jari-jemari direkatkan,” ajak Drs. Ismu Syamsuddin seketika semua mengikuti dengan kompak.
Nampaknya semangat menghidupkan, menjadikan jaya dan lestari Pancasila inilah yang mendorong munculnya rekomendasi itu.
“Pancasila ini bukan hanya untuk Indonesia, Pancasila juga untuk mencapai perdamaian dunia. Sebagaimana amanat UUD 1945. Sejarah juga membuktikan 30 September 1960 Pancasila dikumandangkan oleh Presiden Soekarno di PBB untuk membangun dunia baru. Ini isyarat memang Pancasila senjata ajaib untuk pendamai dunia,” aku Kushartono nara sumber sarasehan dari Departemen Pendidikan PCTA Indonesia.
Ditambahkan KTT G-20 di Bali adalah kesempatan tepat untuk membuktikan betapa hebat dan saktinya Pancasila.
“Kita semua harus benar-benar mengambil monentum istimewa ini dengan dasar merah putih, berani dan suci. Ini dunia menunggu Indonesia. Kemudian kita bantu bersama-sama, seluruh rakyat Indonesia dan semua pejabat pusat hingga daerah harus berdoa kepada Tuhan Yang Maha Esa sesuai agama dan keyakikan,” ujar Pria yang juga Ketua Harian Persada Sukarno Kediri.
“Kalau bisa doa dilakukan setiap hari sampai menjelang pelaksanaan G-20,” usul Sutomo asal Sidoarjo menyela.
“Memang betul, kami menyakini berdasarkan UUD 1945 Alinea Ketiga. Hanya dengan Berkat Rahmat Allah Yang Maha Kuasa dan dengan keinginan luhur, ikhtiyar dengan sungguh-sungguh maka Presidensi KTT G-20 pasti selamat dan berhasil. Yakin Indonesia imam perdamaian dunia,” tegas I Dewa Nyoman S Hartana Ketua Umum DPP PCTA Indonesia.
Sebelumnya pada tasyakuran Harkitnas ada 20 lembaga dan komunitas bertanda tangan sepakat doa bersama sukseskan KTT G-20 dan Pemilu 2024 kemudian ditindaklanjuti bersepakat untuk melayangkan rekomendasi ajakan doa bersama kepada pemerintah tingkat Kabupaten Kediri.
Diantara lembaga yang bersepakat itu adalah Situs Ndalem Pojok, DPP PCTA Indonesia, DPD ORSHID Kabupaten Kediri, PALM Kediri, Gusdurian Peduli (Lereng Kelud), DPD OPSHID Kediri, TPQ Cinta Tanah Air, PAC ANSHOR Wates, Ahmadiyah Kediri, PDKK Kediri, PHK2 Kediri, BTS 88 Kediri, DPD PCTA Indonesia Jatim, Hakim LC, Sanggar Jampi Sae, Patembayan Jawadipa, Studio Musik Luki dan JKPHS Kediri.
“Nah malam ini alhamdulillah meningkat lagi rekomendasinya sampai tingkat pusat. Ajakan doa bersama sampai Presiden RI, Panglima TNI, Kapolri dan MPR RI. Bergotong royong demi suksesnya G-20 dan Pemilu 2024,” ujar Miftachul Asrori dari Hakim LC.
Agenda tasyakuran Hari Pancasila dan Harlah Bung Karno di Kediri berlangsung skaral dan meriah. Seiring hujan rintik-rintik ratusan orang memadati dari siang hingga malam hari. Semarak gelar seni budaya, pengobatan gratis, santunan anak yatim, diskusi kebangsaan, doa bersama dan selamatan.
Dengan pertunjukan teater Sanggal Ogal-Agil dan teater Merah Putih, pegelaran tari dan karawitan Sanggar Sasono Panji Saputro serta Sanggar Ganapati Kusuma Laras. Tembang mocopat persembahan sesepuh Blitar, pentas musik Beautiful Band dan lukis spektakuler Sonny Yuliono Blitar. Semarak pengobatan gratis klinik dr. Vitis Grogol, Terapi Jampi Sae, Patembayan Jawadipa Daha, Bio Energi Mbak Karso, Terapi Ki Joko Wiguno.
“Alhamdulilah acara sukses. Luar biasa semangat, perjuangan dan pengorbanan teman datang berbagai daerah. Ada dari Jakarta, Bogor, Bekasi, Cirebon, Pekalongan, Ngawi, Nganjuk, Blitar, Trenggalek, Jombang, Sidoarjo, Surabaya, Jember hingga Bamyuwangi,” pungkas Lukito Sudiarto Sekrataris Panitia.*











