Hapus Sementara Jam Besuk, Lapas Blitar Sediakan Fasilitas Video Call

oleh -
https://live.staticflickr.com/65535/49668694341_4d223320f8_b.jpg
Petugas mengawasi warga binaan yang sedang menggunakan fasilitas video call. (Foto: arahjatim.com/mua)

Blitar, ArahJatim.com – Cegah penyebaran virus corona atau Covid-19, Lapas Kelas II Blitar meniadakan jam besuk untuk para pengunjung warga binaan. Sebagai gantinya, warga binaan bisa melepas rindu dengan keluarga melalui fasilitas video call yang disediakan Lapas Kelas II B Blitar. Warga binaan dapat menghubungi keluarganya melalui video call yang disediakan oleh pihak Lapas selama lima menit.

Salah seorang warga binaan, Abdul Latif (50) mendukung kebijakan yang diambil pihak Lapas, sebagai antisipasi mencegah penyebaran virus corona. Dengan fasilitas yang disediakan pihak Lapas, ia bisa berkomunikasi dengan keluarganya di rumah menggunakan layanan video call.

“Dengan adanya fasilitas video call ini, saya bisa berkomunikasi dengan keluarga di rumah. Saya sendiri sudah tiga bulan di sini karena kasus perjudian,” ungkap Abdul Latif.

Pelaksana tugas harian kepala Lapas Kelas II B Blitar Johanes Agus Mijanto mengatakan, langkah ini merupakan upaya dari Lapas Kelas II B Blitar untuk melindungi warga binaan. Kata dia, meski meniadakan jam besuk, pihaknya tidak menutup akses komunikasi warga binaan dengan keluarga dengan menyediakan fasilitas video call.

“Ini sebagai upaya kami melindungi warga binaan, terkait dengan perkembangan virus Corona. Jadi jam besuk ditiadakan, namun komunikasi tidak kita tutup. Kami sediakan fasilitas video call agar warga binaan tetap bisa berkomunikasi dengan keluarga di rumah masing-masing. Jadi keluarga tidak perlu ke sini,” terang Johanes.

Johanes menambahkan, meski tak ada jam besukĀ  keluarga masih tetap bisa mengirimkan makanan dan kebutuhan warga binaan.

“Keluarga masih bisa mengirim kiriman baik makanan dan kebutuhan lainnya. Kita tampung di depan, nanti akan dicek petugas barang-barang apa saja yang boleh dibawa masuk,” pungkasnya. (mua)