Hakim dan Panitera Meninggal Mendadak, PN Surabaya Tunda Persidangan Selama Dua Pekan

oleh -

Surabaya, ArahJatim.com – Pengadilan Negeri (PN) Surabaya memastikan tidak menghentikan persidangan secara total. Akan tetapi, untuk persidangan perkara perdata bakal ditunda selama dua pekan, dimulai pada Senin (15/6).

Demikian disampaikan oleh bagian Hubungan Masyarakat (Humas) PN Surabaya, Martin Ginting, melalui keterangan resminya, Minggu (14/6).

Kebijakan penundaan persidangan itu, menurut Ginting, dilakukan oleh otoritas PN Surabaya setelah seorang hakim dan satu orang Panitera meninggal secara mendadak.

Baca juga: Sambut New Normal, PN Surabaya Tetap Gelar Sidang Secara Teleconference

Sementara, untuk perkara pidana yang masa penahanan dari terdakwa tidak bisa ditunda, maka persidangan akan digelar seperti biasa.

Para hakim, kata Ginting, dapat menjalankan tugas kedinasan dengan bekerja di rumah atau tempat tinggalnya (work from home/WFH).

“PN Surabaya tidak tutup, tapi akan di buat WFH secara bergantian dan sidang perdata ditunda seluruhnya selama dua minggu mulai besok. Pidana juga demikian. Namun pidana yang masa tahanannya tidak bisa diperpanjang, tetap sidang,” terang Ginting, Minggu (14/6).

Baca juga: Pengurukan dan Penguasaan Lahan Pemkot Surabaya Tercium Kejaksaan

Namun demikian, lanjut Ginting, jika masa penahanan itu bisa diperpanjang, maka semua persidanganan bakal ditunda selama dua minggu.

Meskipun nantinya terdapat persidangan, akan tetapi pengetatan akan dimaksimalkan. Pihak PN Surabaya memastikan mulai besok akan menutup akses masuk untuk para pengunjung.

“Pengunjung mulai besok tidak boleh masuk ke area PN,” tandas Ginting.

Seperti diketahui, salah seorang hakim PN Surabaya, yang bernama Eko Agus Siswanto, meninggal dunia secara mendadak pada Jumat (12/6). Sehari sebelumya, Kamis (11/6), juru sita Pengadilan, Surachmat juga meninggal dunia secara mendadak.

Baca juga: Pemkot Surabaya Timbun Masker Sejak Januari, Risma : Untuk Warga Surabaya

Penyebab meninggalnya dua orang dari lembaga peradilan itu menurut Ginting belum diketahui secara pasti. Istri Surachmat sebelumnya diketahui dirawat di rumah sakit, akan tetapi diagnosisnya bukan Covid-19, melainkan sakit maag akut.

Sedangkan Hakim Eko Agus Siswanto, pagi harinya sebelum meninggal, masih sempat mengisi absen di PN Surabaya.

Martin Ginting yakin keduanya meninggal bukan karena covid. Sebab, beberapa waktu yang lalu, seluruh pegawai PN Surabaya menjalani tes Covid-19, dan hasilnya negatif Covid-19. (jun/sp).