Tak Hanya Covid-19, Kampung Tangguh Desa Bacem Juga Peduli Terhadap ODGJ

oleh -
Penderita ODGJ di Posyandu Jiwa di posko Kampung Tangguh Desa Bacem, Blitar. (Foto: arahjatim.com/mua)

Blitar, ArahJatim.com – Guna menghadapi era new normal dan mencegah penyebaran wabah Covid-19, petugas gabungan TNI-Polri, Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar serta perangkat desa mendirikan Kampung Tangguh di Desa Bacem, Kecamatan Ponggok, Kabupaten Blitar.

Uniknya, selain sebagai ujung tombak penanggulangan wabah virus corona di tingkat paling bawah, Kampung Tangguh di Desa Bacem tersebut juga fokus menangani ODGJ (Orang Dengan Gangguan Jiwa).

Petugas gabungan Kampung Tangguh Desa Bacem melakukan penjemputan terhadap penderita ODGJ di rumah masing-masing. Mereka diperiksa suhu tubuhnya untuk selanjutnya dibawa ke pos Kampung Tangguh.

Sebelum diberi pengarahan oleh Dokter Psikologi dari Puskesmas Ponggok, para penderita ODGJ dipotong kukunya, dan dipotong rambutnya agar tampil rapi.

Baca juga: Gerobak Informasi, Inovasi Polres Blitar Kota Sosialisasikan Pencegahan Covid-19

Kapolsek Ponggok AKP Sony Suhartanto mengatakan, posko Kampung Tangguh di Desa Bacem selalu menerapkan protokol kesehatan. Setiap warga yang datang diperiksa suhu tubuhnya menggunakan thermo gun, lalu diwajibkan mencuci tangan sebelum masuk di posko Kampung Tangguh.

“Kami menyediakan tim psikologi di posko untuk warga yang trauma. Karena selama pandemi corona ini tidak sedikit warga yang trauma, yang disebabkan berbagai macam faktor. Seperti di-PHK dari pekerjaannya, pendapatannya berkurang dan juga bisa mengarah ke ODGJ. Untuk itu kami mempersiapkan Posyandu ODGJ,” terang AKP Sony Suhartanto.

Para relawan dari Kampung Tangguh ini juga sudah menguasai keterampilan dan keahlian, terkait antisipasi dan pencegahan penyebaran wabah Covid-19 di tingkat terbawah atau tingkat desa.

Di Kampung Tangguh ini juga disiapkan ruang isolasi mandiri, tempat lumbung pangan yang diperuntukkan bagi warga yang menjalani karantina maupun warga yang membutuhkan.

“Petugas dan relawan juga berkeliling kampung untuk mengimbau masyarakat, agar selalu menerapkan protokol kesehatan. Seperti menggunakan masker, sering cuci tangan dan selalu jaga jarak atau physical distancing,” tambah Sony.

Baca juga: Inilah Cara Satlantas Polres Blitar Sampaikan Imbauan Cegah Penyebaran Covid-19

Selain itu petugas juga memberikan bantuan paket sembako langsung kepada warga terdampak pandemi corona, dan yang tidak masuk kuota Kementerian Sosial atau Pemprov. Bahkan petugas juga melakukan penyemprotan disinfektan terhadap rumah-rumah warga maupun tempat-tempat ibadah dalam menghadapi new normal.

“Kita sediakan disinfektan gratis bagi warga desa yang membutuhkan. Selain itu, di setiap titik akses masuk Desa, kita pasang portal dan petugas jaga. Jika ada warga dari luar Desa yang akan masuk, langsung diarahkan ke posko di Balai Desa untuk dilakukan pendataan. Hal ini kita lakukan untuk mencegah dan memutus mata rantai penyebaran Covid-19,” ujar Slamet Winanto, Kelapa Desa Bacem.

Dengan dibentuknya Kampung Tangguh ini, diharapkan dapat menekan penyebaran Covid-19. Khususnya di Jawa Timur, yang saat ini menempati urutan kedua tertinggi jumlah kasus positif Covid-19 di Indonesia. (mua)