Banyuwangi, ArahJatim.com – H-2 Tahun Baru 2020, Pelabuhan Penyeberangan Ketapang Banyuwangi terpantau relatif lebih lancar dibandingkan hari sebelumnya. Meski area parkir pelabuhan dipadati ribuan kendaraan roda dua yang hendak menyeberang ke Pulau Bali untuk menikmati libur Tahun Baru, namun tidak sampai terjadi penumpukan kendaraan.
Data dari posko harian Natal dan Tahun Baru ASDP Ketapang, tercatat ada sekitar tiga ribu lebih kendaraan roda dua yang menyeberang ke Pulau Bali dalam waktu 24 jam. Dibanding tahun lalu jumlah pemotor meningkat sekitar 11 persen yang hanya 2.600 kendaraan dalam sehari.
Wisatawan dari berbagai daerah di Pulau Jawa yang bepergian menuju Bali memilih menggunakan sepeda motor karena dirasa lebih efisien saat melakukan perjalanan. Selain itu, lalu lintas di Pulau Bali saat long weekend bisa dipastikan ramai oleh wisatawan yang menggunakan kendaraan roda empat untuk menikmati libur tahun baru.
Baca juga:
- H-4 Tahun Baru, Mobil Pribadi Penuhi Halaman Parkir ASDP Ketapang.
- Minim Sosialisasi, Sistem Pembayaran Nontunai Penyeberangan Ketapang Bikin Arus Lalu Lintas Macet.
- Jelang Long Weekend Nataru, Kendaraan Mulai Padati Ketapang.
“Lebih enak naik motor bisa nyalip-nyalip tanpa antre, karena di Bali pasti ramai kendaraan apalagi mobil-mobil pasti banyak di Bali dan itu bikin macet,” kata Novi, wisatawan pemotor tujuan Bali.
Sementara itu kendaraan roda empat, sejak Senin (30/12/2019) siang hingga sore terpantau relatif sepi. Padahal penumpukan kendaraan roda empat sempat terjadi pada, Senin dini hari hingga pagi.
Dari data posko libur Nataru ASDP Ketapang tercatat ada sekitar 5.753 unit kendaraan yang menuju Bali dalam waktu sehari terakhir. Sedangkan untuk penumpang pejalan kaki, tercatat ada sekitar 48 ribu orang yang telah diseberangkan.
Hingga Senin petang, halaman parkir pelabuhan di sisi selatan dan utara terlihat kosong. Sejumlah kendaraan yang tiba di pelabuhan langsung bisa masuk ke dalam kapal tanpa harus mengantre, karena volume kendaraan mulai berkurang.

Untuk mengantisipasi kepadatan kembali terjadi, pihak operator kapal memberlakukan sistem percepatan bongkar muat.
“Kami dari pihak operator kapal melakukan sistem percepatan bongkar muat kapal. Jadi kapal sebelum sandar, ramdor di dermaga segera kami sesuaikan agar kendaraan bisa langsung turun kapal saat kapal sandar di dermaga. Kapal penuh harus langsung berangkat, ini kita lakukan agar antrean di pelabuhan bisa terurai,” kata Sunaryo, Operator Kapal Ferry dari Dharma Lautan Utama. (ful)






