Danlanal Banyuwangi Siagakan Dua KRI Di Selat Bali Untuk Pengamanan Nataru

oleh -
oleh
https://live.staticflickr.com/65535/49243543237_f7091c5901_b.jpg
Selain menambah personel TNI Angkatan Laut, pihaknya juga akan menyiagakan dua Kapal Republik Indonesia (KRI) di Selat Bali. Hal itu diungkapkan Danlanal Banyuwangi Letkol Laut (P) Yulius Azz Zaenal di hadapan wartawan. (Foto: arahjatim.com/ful)

Banyuwangi, ArahJatim.com – Perayaan Natal 2019 dan Tahun Baru 2020 di Banyuwangi mendapatkan perhatian khusus dari TNI-AL. Pada perayaan Natal dan tahun baru nanti pengamanan tidak hanya dilakukan di daratan, melainkan juga di perairan. Bahkan, Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Banyuwangi akan menyiagakan dua Kapal Republik Indonesia (KRI) di Selat Bali selama perayaan Nataru.

Menurut keterangan Komandan Pangkalan Angkatan Laut (Danlanal) Banyuwangi Letkol Laut (P) Yulius Azz Zaenal, selama perayaan Nataru pihaknya akan mem-backup aparat kepolisian, khususnya pengamanan di wilayah perairan Selat Bali. Sebab hilir mudik masyarakat yang menyeberang Selat Bali melalui Pelabuhan Ketapang-Gilimanuk akan mengalami peningkatan yang signifikan selama Nataru.

“Kita mendapat perintah dari atasan, untuk TNI baik angkatan darat, laut, maupun udara agar mem-backup Polri dalam pengamanan Natal dan tahun baru. Selat Bali kita lakukan pengetatan dan penambahan personel. Personel dari Probolinggo, Situbondo dan Jember kita tarik,” kata Danlanal Banyuwangi Letkol Laut (P) Yulius Azz Zaenal, Kamis (19/12/2019).

pasang iklan_rev3

Danlanal menambahkan, selain menambah personel TNI Angkatan Laut, pihaknya juga akan menyiagakan dua Kapal Republik Indonesia (KRI) di Selat Bali.

“Kita juga datangkan alutsista. Untuk KRI ada dua yakni KRI Sampari dan KRI Gulamah. Sedangkan KAL (Kapal Angkatan Laut) yang kita miliki ada dua, yakni KAL Tabuhan dan yang terbaru KAL Rajekwesi juga kita standby-kan di Selat Bali,” imbuh Danlanal.

KRI dan KAL milik Lanal Banyuwangi nantinya akan melakukan patroli rutin di perairan Selat Bali selama Nataru. Hal tersebut dilakukan untuk memastikan pergerakan masa melalui Selat Bali berjalan lancar tanpa gangguan. Selain itu, patroli perairan juga dilakukan untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan seperti kecelakaan laut, agar petugas patroli perairan dengan mudah dan cepat melakukan upaya penyelamatan. (ful)

No More Posts Available.

No more pages to load.