Minim Sosialisasi, Sistem Pembayaran Nontunai Penyeberangan Ketapang Bikin Arus Lalu Lintas Macet

oleh -
https://live.staticflickr.com/65535/48550058026_dfdae8fde5_b.jpg
15 Agustus 2019 kemarin, pihak ASDP Indonesia Ferry, Ketapang, Banyuwangi, mulai memberlakukan sistem pembayaran masuk ke pelabuhan dengan tiket nontunai atau menggunakan kartu elektronik.

Banyuwangi, ArahJatim.com – Sejak tanggal 15 Agustus 2019 kemarin, pihak ASDP Indonesia Ferry, Ketapang, Banyuwangi, mulai memberlakukan sistem pembayaran masuk ke pelabuhan dengan tiket nontunai atau menggunakan kartu elektronik. Sistem tersebut berlaku untuk semua golongan kendaraan maupun penumpang pejalan kaki.

Namun aturan baru tersebut belum diketahui banyak penumpang dan pengendara yang akan menyeberang ke Pulau Bali hingga membuat arus lalu lintas di depan loket pelabuhan sedikit tersendat, Jumat (16/8/2019) dini hari.

Bahkan kondisi tersebut juga menyebabkan terjadi antrean kendaraan pribadi dan truk serta bus di luar area pelabuhan mengular ke jalan raya sejauh tiga kilometer.

Meski terjadi antrean kendaraan di luar pelabuhan hingga membuat kemacetan panjang, namun kondisi sejumlah kantong parkir di dalam areal pelabuhan tampak kosong melompong. Sistem pembayaran baru memaksa pengendara yang belum memiliki kartu elektronik harus mengantre membeli kartu elektronik di tempat yang disediakan pihak ASDP Indonesia Ferry di depan loket pelabuhan.

Dibantu pihak kepolisian dan petugas pelabuhan pengendara yang akan menyeberang ke Pulau Bali diimbau untuk membeli kartu elektronik terlebih dahulu sebagai syarat agar mereka bisa masuk ke palabuhan dan masuk kapal. Sebab mereka mengaku tidak mengetahui kalau pembelian tiket kapal di Pelabuhan ASDP Ketapang saat ini sudah tidak boleh lagi menggunakan uang tunai.

”Baru tahu sekarang kalau harus menggunakan kartu elektronik. Beberapa hari yang lalu saya masih bisa bayar dengan uang tunai. Macet ini mungkin awal-awal saja karena sosialisasinya juga kurang. Banyak sopir belum tahu akhirnya harus berhenti dulu beli kartu elektronik untuk masuk kapal,” kata Dori, sopir truk asal Kudus, Jawa Tengah.

Akibat tersendatnya kendaraan yang akan masuk pelabuhan mengakibatkan antrean kendaraan meluber ke jalan raya hingga sejauh tiga kilometer. (Foto: arahjatim.com/ful)

Sementara itu sopir yang berasal dari  wilayah Jawa Timur, mayoritas mereka sudah memiliki kartu nontunai untuk membeli tiket di loket pelabuhan.

”Kalau saya sudah punya kartu elektronik, ini hanya beli saldo saja. Tapi banyak juga sepertinya sopir yang belum tahu kalau per tanggal 15 Agustus ini pembayaran tiket harus menggunakan kartu elektronik, akhirnya membuat macet,” kata Agus, sopir truk pengangkut cat asal Kota Malang.

Hingga Jumat pagi, kondisi lalu lintas di depan pintu masuk pelabuhan masih dipadati kendaraan. Kemacetan panjang diperkirakan masih terus terjadi lantaran memasuki weekend banyak kendaraan dan penumoang pejalan kaki yang akan menyeberang ke pulau Bali untuk berlibur. (ful)