Perairan Selat Bali Menggila, Pelabuhan Ketapang Ditutup Lebih dari Satu Jam

oleh -

Banyuwangi, ArahJatim.com – Hujan lebat disertai gelombang tinggi di perairan Selat Bali memaksa pihak otoritas kesyahbandaran Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, menghentikan sementara jasa layanan kapal pada Rabu, (20/5/2020) malam.

Terbatasnya jarak pandang, serta besarnya arus ombak membuat sejumlah kapal feri kesulitan untuk bersandar di dermaga pelabuhan.

Puluhan kendaraan dan penumpang tertahan tidak bisa turun dari kapal lantaran ramp door kapal tidak bisa sejajar dengan dermaga yang ada di pelabuhan karena tingginya gelombang.

Cuaca ekstrem ini juga membuat tali tross KMP Agung Wilis terputus saat kapal akan sandar di dermaga ASDP Ketapang akibat dihantam ombak. Beruntung insiden ini berhasil dikendalikan oleh nakhoda kapal.

Baca juga:

Pihak kesyahbandaran pelabuhan pun langsung meminta nakhoda kapal untuk menunda jadwal sandar kapal hingga kondisi gelombang kembali stabil.

Akibat penutupan pelabuhan, ratusan kendaraan yang hendak menyeberang ke Pulau Bali tertahan di halaman parkir Pelabuhan Ketapang. Antrean yang didominasi kendaraan angkutan logistik tujuan berbagai daerah di pulau Bali ini sudah mengantre di dalam pelabuhan selama lebih dari satu jam.

“Sudah sekitar satu jam lebih ini menunggu belum dibuka juga. Tapi tidak apa-apa ini demi keselamatan bersama perjalanan kita sedikit agak molor. Ini saya lihat ombaknya memang sangat besar sekali, jarang-jarang sebesar ini selama saya menyeberang. Mudah-mudahan bisa segera mereda ombak dan hujannya,” kata Sumono, sopir truk pengangkut beras.

Dari catatan pihak kesyahbandaran pelabuhan, penutupan jasa layanan kapal di pelabuhan ini diberlakukan sejak pukul 19.40 hingga pukul 20.50 WIB. Selain karena curah hujan yang cukup tinggi, besarnya gelombang pantai di perairan Selat Bali juga menjadi pertimbangan pihak otoritas pelabuhan menutup jasa layanan kapal.

”Saat air pasang terjadi, gelombang pantai di sekitar dermaga pelabuhan mencapai tinggi hingga 1,5 meter, sementara di tengah mencapai 2 meter. Karena membahayakan, maka kami mengambil tindakan prefentif menutup sementara jasa layanan kapal hingga hujan dan gelombang kembali mereda. Karena ombak besar, tadi juga sempat membuat tali tross atau tali pengikat antara kapal dan dermaga milik KMP Agung Wilis terputus, tapi bisa dikendalikan, allhamdulillah,” ungkap Dwi Jaya, Perwira Jaga Kesyahbandaran Pelabuhan Ketapang .

Sementara itu, cuaca ekstrem yang terjadi di kawasan perairan Selat Bali ini diprediksi akan terus terjadi hingga beberapa hari ke depan. Hujan deras disertai gelombang tinggi masih berpotensi terjadi di peralihan musim ini.

Pihak otoritas pelabuhan mengimbau kepada seluruh operator kapal untuk berhati-hati dan terus mematuhi instruksi dari pihak syahbandar pelabuhan agar tak sampai menimbulkan insiden kecelakaan laut di perairan Selat Bali.

“Selain karena gelombang, hujan lebat juga membuat jarak pandang kapal menjadi terbatas. Kemungkinan ini karena peralihan musim jadi cuacanya sedang tidak bersahabat,” pungkas Dwi Jaya. (ful)