Guna Tingkatkan Pelayanan, ASN Banyuwangi Dibekali Ilmu Marketing

oleh -
https://live.staticflickr.com/65535/49528854897_5f690612ce_b.jpg

Banyuwangi, ArahJatim.com – Para Aparatur Sipil Negara (ASN) di Banyuwangi diajarkan ilmu pemasaran. Mereka diajak untuk bisa memasarkan potensi daerahnya secara positif untuk bisa dikenal publik.

Ratusan Aparatur Sipil Negara (ASN) dari Kepala Sekolah hingga Kepala Dinas di bawah Pemerintah Kabupaten Banyuwangi belajar marketing di Pendopo Sabha Swagata Blambangan Banyuwangi, Rabu (12/2/2020). Dalam pembukaannya, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengungkapkan pentingnya ASN memiliki jiwa marketing.

“Marketing itu bukan hanya semata diperuntukkan bagi pedagang. Tapi, bagi kita ini, para pelayan masyarakat, harus pula memilikinya untuk memberikan pelayanan yang terbaik,” ungkap Anas.

“Untuk bisa memasarkan produk atau pun jasa, seseorang perlu menunjukkan performa terbaiknya. Tujuannya untuk meyakinkan para konsumen. Begitu pula dengan bapak ibu sekalian. Berikan performa terbaik dalam melayani masyarakat. Agar mereka pun puas,” lanjut Anas.

Untuk memberi bekal kemampuan marketing, Bupati Anas sengaja mendatangkan pakar marketing di era milenial, Yuswohady.

“Saya banyak belajar pada beliau. Untuk itu, saya berharap bapak ibu bisa belajar pula kepada beliau, terutama bagaimana tentang tips pemasaran di kalangan generasi milenial saat ini,” ujar Anas.

Sementara itu, Yuswohady dalam kesempatan tersebut, memaparkan berbagai tips marketing yang anti-mainstream. Sebagaimana yang telah dituliskan dalam buku “Anti Mainstream Marketing” oleh Bupati Anas.

“Kebetulan, saya salah satu orang yang diajak oleh Pak Anas berdiskusi dalam menyusun buku tersebut,” ungkapnya.

Penulis buku “Millenials Kill Everything” tersebut, menyebutkan jika apa yang ada dalam buku besutan Bupati Anas tersebut, adalah suatu hal yang bisa direplikasi oleh siapapun dalam konteks bagaimanapun.

“Yang bisa sukses untuk menerapkan anti-mainstream marketing ini, bukan hanya Pak Anas. Tapi, semua yang hadir di sini juga bisa menerapkannya,” terang mantan Chief Executive MarkPlus Institute Marketing itu.

“Tinggal komitmen dan kemauan yang kuat, pasti akan bisa tercapai. Sebagaimana capaian Banyuwangi saat ini yang lebih berprestasi,” imbuh penulis 40 lebih buku bertema marketing tersebut.

Dalam kesempatan tersebut, Yuswohady mengulas tentang 20 jurus anti-mainstream marketing yang telah Bupati Anas lakukan di Banyuwangi. Mulai dari jurus ‘Setiap Dinas adalah Dinas Pariwisata’, ‘Setiap Tempat adalah Destinasi, Setiap Program adalah Atraksi’, ‘Promosi Paling Ampuh adalah Tidak Promosi’ dan sejumlah jurus lainnya. (adv.hmsbwi/ful)