Blitar, ArahJatim.com – Warga sekitar Kali Genjong, Desa Suru, Kecamatan Doko, Kabupaten Blitar resah. Pasalnya, sejak seminggu lalu air sungai yang biasanya bersih dan tidak berbau dan biasa mereka gunakan untuk mandi dan mencuci, kini airnya berubah menjadi keruh kecoklatan dan berbau.
Padahal air Kali Genjong digunakan oleh warga sekitar untuk mandi dan mencuci. Sudah tiga bulan ini warga yang biasa mencari ikan di sungai dan memanfaatkannya untuk mandi dan mencuci tidak bisa lagi memakainya.
Salah seorang warga desa setempat yang tinggal di tepi Sungai Genjong, Rudi Riyanto (35) mengaku, sudah beberapa bulan ini, kondisi air sungai keruh berwarna hitam kecoklatan dan berbau tletong.
“Sungai berbuih, serta banyak ikan yang mati. Warga sudah berulang kali melaporkan hal ini kepada perangkat desa tapi tidak ada respon,” ungkap Rudi Kamis (23/1/2020).
Dari pengamatan di lokasi yang kebetulan berada di pertemuan dua arus sungai, yakni Kali Genjong dan Kali Mbambang memang terlihat perbedaan yang mencolok. Mulai dari warna air, buih di permukaan dan bau airnya.
Aliran Kali Genjong yang merupakan terusan sungai dari barat, berjarak sekitar 10 km dari sebuah peternakan besar. Sementara Kali Mbambang, alirannya dari utara atau Krisik.
Rudi menduga, Kali Genjong berubah warnanya dan berbau akibat tercemar limbah peternakan besar di daerah Sirah Kencong.
“Penyebab sungai berubah warnanya akibat tercemar limbah dari peternakan besar di daerah Sirah Kencong,” pungkas Rudi. (mua)











